Tambah 5 Tersangka, Kasus Dugaan Penipuan Catut Nama Kiai

Kapolres Situbondo, AKBP Imam Rifai. (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Berdasarkan pengembangan kasus dugaan penipuan yang mencatut nama Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, melalui media sosial, Polisi akhirnya menaikkan status kelima orang yang semula sebagai saksi menjadi tersangka.

"Setelah penangkapan terhadap DPO inisial Z, kami lakukan pendalaman dan akhirnya lima orang saksi kita tetapkan tersangka juga," ujar Kapolres Situbondo, AKBP Imam Rifai, Senin (7/9/2020).

Imam Rifai mengemukakan, bahwasanya enam orang tersangka itu merupakan satu komplotan. Peran mereka berbeda-beda, mulai dari yang punya ide, pembuat rekening, sampai penjual rekening kepada calon korban melalui media sosial.

"Ini sudah paket lengkap, mulai dari yang punya inisiasi sampai dengan yang membuat akun di medsos," bebernya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 45 ayat 1 UU ITE (Informasi dan Transaksi Eletronik) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

"Mereka semua punya peran, jadi kita sangkakan pasal yang sama," kata mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Barat itu.

Diinformasikan sebelumnya, Seidina Hamzah yang semula berinisial Z, memiliki akun facebook mengatasnamakan KHR Achmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo.

Melalui akun palsu itulah, warga Krejingan Probolinggo itu melancarkan aksinya. Ia mengaku bisa menggandakan uang, bisa menarik uang sesuai yang diinginkan dan hal lain yang mendatangkan keuntungan.

Kasus ini sempat memancing emosi para alumni santri Sukorejo. Ribuan orang yang mengatasnamakan jaringan pecinta guru mendatangi Polres Situbondo.

Mereka menggelar istigoshah dan membaca rathibul haddad, berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00