IKSASS Gelar Istigoshah, Support Polisi Usut Tuntas Penipuan Berkedok Kiai

Kapolres bersama perwakilan IKSASS saat menandatangani kesepakatan penangkapan tersangka Z dalam kurun waktu empat hari. (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Ratusan kader Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo (IKSASS) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bereaksi atas kaburnya salah satu tersangka penipuan yang mengatasnamakan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy. Salah satu reaksi tersebut akan diwujudkan berupa aksi damai di halaman Mapolres Situbondo, dengan menggelar beberapa kegiatan seperti istighosah, qosidah istighosah, orasi, dan komitmen bersama untuk mengawal penegakan hukum.

"Kita sudah pernah datang ke Polres dan membuat komitmen bersama yang ditandangani bersama kapolres. Intinya, polisi minta waktu empat hari, dan Selasa besok adalah batas akhirnya," ujar penanggung jawab aksi, Sunardi Muhib kepada RRI, Senin (31/8/2020).

Ia mengemukakan, rencana aksi damai tersebut untuk memberikan dukungan kepada polisi, agar kasus dugaan penipuan yang mencatut nama KHR Achmad Azaim Ibrahimy, diusut tuntas hingga menimbulkan efek jera kepada pelakunya.

"Aksi ini sebagai bentuk support kepada polres dalam penegakan hukum, yang pintu masuknya adalah penodaan terhadap guru kami," bebernya.

Jika bercermin kepada kasus sebelumnya, lanjut Sunardi, kasus serupa yang mencatut nama KHR Azaim, bahkan nama almaghfurlah KHR Fawaid As'ad, tidak diusut sampai tuntas dan hilang begitu saja, sehingga rawan terjadi kembali dengan modus yang sama.

"Kita melihatnya, kasus penodaan maupun penipuan yang mengatasnamakan guru kami tidak hanya sekali, tapi sudah tiga kali, namun progresnya tidak ada. Pembuat ulah dilepas dan hanya dilakukan wajib lapor," urainya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Imam Rifai saat dikonfirmasi RRI mengaku sudah tahu rencana aksi damai yang akan dilakukan IKSASS. Namun ia berharap, aksi tersebut diurungkan mengingat masih situasi pandemi COVID-19.

"Istighosah memang bagus, tapi ini kan masih pandemi. Karena massa berkumpul itu kan ada kerawanan tersendiri, seperti aksi provokasi," ujar Imam Rifai melalui telepon selulernya.

Imam Rifai mengaku, sudah menetapkan tersangka terhadap terduga pelaku penipuan berinisial Z, yang diduga kuat menjadi otak penipuan yang mencatut nama KHR Achmad Azaim Ibrahimy. Bahkan, Z masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Z terus kita lakukan pengejaran. Kita sudah melakukan tracing, dan anggota masih di lapangan. Posisi terakhir tersangka ada di Kraksaan, Probolinggo, namun belum berhasil diamankan," bebernya.

Diinformasikan sebelumnya, lima orang diamankan dan dimintai keterangan karena diduga terindikasi terlibat kasus dugaan penipuan yang mencatut nama KHR Achmad Azaim Ibrahimy, melalui media sosial.

Diduga, yang menjadi otak penipuan adalah Z, warga Desa Kamal kuning Krejengan, Kraksaan, Probolinggo. Sebelumnya ia tinggal di  Desa Alas Sumur Lor Besuk, Kraksaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00