Tidak Ditahan, Kasus Sekda Bondowoso Langsung Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri

Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Bondowoso, Paulus Agung Widaryanto SH.

KBRN, Bondowoso : Kasus ancaman kekerasan yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Syaifullah, terhadap mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, Alun Taufana memasuki tahap baru.

Tim penyidik kepolisian telah menyerahkan berkas-berkas kasus Syaifullah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso beserta bukti-bukti. Syaifullah yang telah ditetapkan sebagai tersangka tampak hadir dalam pemeriksaan tahap kedua didampingi dua kuasa hukumnya. 

Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Bondowoso, Paulus Agung Widaryanto SH., menjelaskan pihaknya telah menerima barang bukti dan memeriksa tersangka.

Untuk mempercepat proses persidangan, Syaifullah tidak ditahan dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bondowoso untuk proses hukum selanjutnya. 

" Sekarang kewenangan penahanan di Pengadilan Negeri Bondowoso," jelasnya singkat saat dikonfirmasi awak media, Selasa (04/8/2020).

Di tempat yang sama, Kasi Intel Kejari Bondowoso, Sucipto menjelaskan, penahanan atau tidak menyangkut pasal 21 KUHAP dan merupakan  ranah tim jaksa. Jika yang bersangkutan dianggap tidak akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri, maka kemungkinan tidak ditahan.

" Sikapnya tergantung jaksanya. Ditahan atau tidak. Jadi dia menganalisa sebagaimana pasal 21 KUHAP," paparnya saat ditemui wartawan. 

Sementara itu, Syaifullah melalui salah satu kuasa hukumnya, Husnus Sidqi, menjelaskan proses pemeriksaan sudah dianggap sempurna. Pihaknya akan mengikuti proses hukum sesuai ketentuan dalam hukum acara hingga selesai.

" Tadi proses pemeriksaan. Itu pelimpahan dari polisi. Maka tinggal jaksa itu pemeriksaan tahap kedua," pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00