Tak Hadir Pemanggilan Pertama Polisi, Ini Alasan Kuasa Hukum Sekda Bondowoso

KBRN, Bondowoso:  Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus ancaman pembunuhan terhadap Alun Taufana, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), polisi melakukan pemanggilan pertama Sekda Bondowoso H Syaifullah.

Namun, Sekda Syaifullah tak menghadiri panggilan polisi, dan meminta untuk ditunda karena beberapa alasan. Padahal, pemanggilan pertama ini dijadwalkan pada Selasa (16/6/2020) kemarin. 

Kuasa hukum Sekda Bondowoso, Hushus Sidqi menjelaskan, pihaknya sudah bersurat ke pihak kepolisian, bahwa dalam minggu ini kliennya masih sibuk.

"Sehingga penundaannya, kita pasrahkan ke kepolisian. Kapan mau dijadwal lagi," jelas Husnus saat dikonfirmasi RRI melalui sambungan telepon selularnya, Rabu (17/6/2020).

Pihaknya memastikan, bahwa Sekda akan memenuhi panggilan berikutnya dari pihak kepolisian. Ketika dipanggil untuk kedua kalinya Husnus menjamin Sekda pasti akan datang. 

" Belum ada untuk pemanggilan kedua," terangnya.

Menurutnya, ketidakhadiran kliennya itu bukan karena tidak patuh proses hukum. Tapi karena ada agenda yang harus diselesaikan.

"Agenda itu sudah dijadwalkan sebelum ditetetapkan tersangka," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz menyebut bahwa pemanggilan terhadap pejabat tertinggi di birokrasi Pemkab Bondowoso ini, dalam waktu dekat akan dijadwalkan ulang. 

"Dari Satreskrim sudah melakukan panggilan, namun kemarin ada surat dari kuasa hukum beliau (Sekda), minta waktu untuk ditunda," kata Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pengancaman pembunuhan itu terjadi pada 29 Juli 2019 lalu. Dimana saat itu Alun Taufana masih menjabat sebagai Kepala BKD Bondowoso.

Berdasarkan surat penetapan tersangka dari kepolisian, Sekda Syaifullah dikenakan Pasal 45 B UU ITE Juncto Pasal 335 KUHP. Maksimal ancaman dibawah 5 tahun penjara. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00