Sekda Pemkab Bondowoso Ditetapkan Tersangka

Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz. (Foto Diana).

KBRN, Bondowoso: Setelah melalui proses yang panjang, Sekda Pemkab Bondowoso, Syaifullah akhirnya ditetapkan tersangka pada kasus ancaman kekerasan melalui informasi dan atau dokumen elektronik.

Status tersangka ini disandang setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan sekaligus memanggil para saksi.

"Hasil gelar perkara, Sekda Syaifullah sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ancaman kekerasan," ujar Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, Senin (15/6/2020).

Erick mengemukakan, setelah dilakukan gelar perkara, pihaknya kemudian menetapkan Syaifullah sebagai tersangka kasus ancaman kekerasan terhadap Alun Taufana, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip.

"Kalau terbukti bersalah melawan hukum, ancamannya di bawah 5 tahun," imbuh Erick.

Sementara mengenai kasus video berisi ucapan Sekda Syaifullah, bahwasanya COVID-19 itu hanyalah opini sebuah paradigma, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan.

Tidak menutup kemungkinan, pernyataan Syaifullah yang kontroversial itu akan ditindaklanjuti secara hukum apabila sudah memenuhi syarat sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Izinkan saya dalam kesempatan seperti ini, COVID saya tinggalkan dulu. Karena bagi saya, COVID ini opini yang dibangun oleh sebuah paradigma," Demikian suara dalam video yang diterima RRI.

Sementara itu, Kuasa Hukum Syaifullah, Husnus Sidki memastikan bahwa kliennya, akan mentaati seluruh proses hukum yang ada, dan tidak akan mempersulit proses hukum yang berjalan.

"Sebagai pejabat sudah menjadi kewajiban untuk mentaati proses hukum," tegasnya.

Bahkan, Husnus Sidki yakin, dalam kasus dugaan ancaman kekerasan terhadap Alun Taufana, Syaifullah tidak bersalah dan tidak masuk dalam ancaman pasal 45 (b) UU ITE yang ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara.

"Kami yakin pak sekda tidak masuk dalam pasal ini. Karena bukan pak sekda yang menyebarkan rekaman ancaman itu. Polisi harus jeli melihat ini," beber Husnus Sidki. (

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00