Kuli Tambak Udang di Lumajang Lapor Polisi Karena Merasa Diperas

KBRN Lumajang : Sebanyak dua Orang saksi dalam perkara dugaan pencurian Udang di perusahaan tambak udang PT. Bumi Subur Dusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang Jawa Timur mendatangi Mapolres Lumajang guna melaporkan kejadian dugaan pemerasan.

Menurut RF Pelapor Warga Desa Meleman Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang dua saksi dalam perkara yang saat ini ditangani Polres Lumajang ini, melapor ke polisi, mereka mengaku sebagai korban dugaan pemerasan yang dilakukan sebanyak 3 orang salah satunya adalah perangkat desa.

Dua saksi bernama Am dan Rf itu mengaku dimintai sejumlah uang, agar tidak diperiksa dalam perkara dugaan pencurian udang di perusahaan yang berada di Dusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang tersebut, kemudian telah membayar sejumlah uang yang diminta.

"Saya sekarang telah melaporkan kejadian dugaan pemerasan salah satu perangkat desa dan orang orang yang telah melakukan pemerasan, uang itu telah dibayarkan 30 juta lebih,"Katanya Selasa (09/06/2020)

Rf mengaku, dalam perkara dugaan pencurian udang ini, Ia disuruh membayar hingga Rp 30 juta oleh seseorang dan pada akhirnya memenuhi permintaan tersebut agar tidak dilakukan proses hukum karena diduga telah mencuri udang.

Sedangkan Am mengaku sudah membayar sampai Rp 25 juta, tidak hanya itu, Rf juga mengatakan, ada saksi lainya bernama Rd yang diminta Rp 15 juta pada saat itu yang bersangkutan tidak memiliki uang, pada akhirnya meminjam uang ke istri Rf dan langsung di transfer.

"Kalau tidak, mau ada panggilan lagi, harus mengupayakan uang Rp 15 juta,” jelasnya.

RF menegaskan, uang Rp 15 juta ditransfer ke rekening seseorang dan ada bukti pengirimannya yang sampai saat ini telah disimpan. (ka/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00