Terdesak Ekonomi, Seorang Pria Di Bondowoso Nekat Jual Bahan Peledak

KBRN, Bondowoso: Polres Bondowoso menangkap seorang pria berinisial MA alias T (40) warga Desa Sukosari Lor RT. 01 RW. 02 Kecamatan Sukosari setelah kedapatan menyimpan bahan peledak untuk membuat petasan. 

Pelaku yang bekerja sebagai bengkel motor tersebut mengaku terpaksa menjual bahan peledak karena himpitan ekonomi akibat bengkelnya sepi selama pandemi Covid-19. 

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz menjelaskan, polisi berhasil mengamankan 14,1 kilogram bubuk mesiu. Jika bahan peledak ini diproduksi menjadi petasan, maka bisa menghasilkan 2 ribu biji. Tersangka menjelaskan bahwa harga per kilogram serbuk mesiu  sebesar Rp.150.000.

" Pelaku diamankan di Desa Gunung Anyar Kecamatan Tapen," ungkap Kapolres kepada awak media, Selasa (19/5/2020) pagi.

Menurutnya, tersangka membeli bahan berbahaya tersebut di Kabupaten Situbondo dari seseorang bernama D. Tersangka mengaku baru pertama kali melakukan jual beli bahan peledak dikarenakan ada yang memesannya bernama E ditengah pandemi Corona.

" Jadi dia statusnya sebagai perantara," katanya.

Menjelang Lebaran, Kapolres yakin masih banyak di Bondowoso pelaku-pelaku melakukan hal yang sama. Untuk itu, dia meminta Kasatreskrim untuk menangkap jaringan dan pelaku-pelaku lainnya dalam kurun waktu 12 jam.

" Kami akan telusuri karena sudah mengantongi beberapa nama," tambahnya. 

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 pasal 1 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00