Terpidana Kasus TKD Bebas di Hari Anti-Korupsi se-Dunia

KBRN, Situbondo: Bertepatan dengan peringatan Hari Anti-Korupsi se-Dunia. Imam Ilyas Gasali, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Situbondo, Jawa Timur, bebas demi hukum, Senin (9/12/2019).  Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Alip Purnomo mengaku, terpidana kasus korupsi tersebut, bukan bebas murni, tapi bebas demi hukum yang didasarkan pada amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang diterimanya. "Putusan dari MA, Imam Ilyas Gasali divonis 1 tahun 6 bulan penjara, subsider 2 bulan. Sejak masa tahanan hingga hari ini, terpidana sudah menjalani tepat 1 tahhn 8 bulan," bebernya. Alif menjelaskan, terpidana korupsi tanah kas desa, Imam Ilyas Gasali bukan bebas murni namun bebas demi hukum yang didasarkan pada putusan MA. Jika tidak dibebaskan, justru akan menjadi bom waktu bagi pihak rutan, sebab dari sisi hukum dan kemanusiaan terpidana harus dibebebaskan.  "Kami sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Situbondo. Apabila Kejaksaan mengeluarkan eksepsi dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan, saat itulah Imam Ilyas dinyatakan bebas murni," papar Alip.  Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Markacung mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan setempat terkait pembebasan kliennya. Ia juga sudah menghubungi pihak Pengadilan Tipikor Surabaya, untuk memastikan salinan amar putusan dari MA yang diterimanya dua bulan yang lalu. "Sesuai amar putusan MA, klien kami bebas hari ini. Ini kado terindah bagi kami, apalagi bersamaan dengan peringatan Hari Anti-Korupsi se-Dunia," kata Markacung sembari tersenyum lepas. Markacung mengapresiasi langkah Kepala Rutan Kelas IIB, Alip Purnomo, yang bergerak cepat membebaskan terpidana. Karena jika tidak dibebaskan sesuai amar putusan, Markacung berencana akan memperkarakan penundaan pembebasan terhadap kliennya. "Kalau tidak dibebaskan hari ini, karena belum ada eksepsi dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan dari Kejaksaan Situbondo, akan kami perkarakan," katanya dengan nada cukup tinggi. Sedangkan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Situbondo Reza Aditya Wardhana, saat dikonfirmasi RRI mengaku belum menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung yang memvonis 1 tahun 6 bulan dan subsider 2 bulan terhadap Imam Ilyas Gasali. "Saya sempat tidak percaya, saat menerima surat pemberitahuan pembebasan terpidana korupsi penyelewengan tanah kas desa itu," aku Reza. Diinformasikan RRI sebelumnya, terpidana korupsi penyelewengan tanah kas desa, Imam Ilyas Gasali divonis 2 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Tidak terima dengan putusan itu, akhirnya terdakwa mengajukan banding dan diputus oleh Pengadilan Tinggi bertambah menjadi 3 tahun 2 bulan penjara. Namun, putusan kasasi yang dilakukan oleh Mahkamah Agung, justru lebih ringan daripada putusan Pengadilan Tinggi, yaitu 1 tahun 6 bulan penjara, subsider 2 bulan (denda Rp50 juta).  Pada 13 April 2018, Kejaksaan Negeri Situbondo menahan oknum kepala desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih, dan seorang oknum PNS, karena diduga terlibat kasus korupsi penyelewengan tanah kas desa, dimana kerugian negara mencapai Rp100 juta. Terhadap keduanya, disangkakan melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 jonto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00