Puluhan Korban Penipuan Arisan Online Geruduk Polres Bondowoso

KBRN, Bondowoso: Puluhan korban penipuan arisan online via Facebook mendatangi Mapolres Bondowoso untuk meminta kejelasan terkait laporan yang sudah berjalan tujuh bulan, karena mereka merasa penanganan kasus tersebut lambat.

Salah satu korban asal Kecamatan Tenggarang, Wiwik Lestari kepada awak media, Rabu (16/10/19) mengatakan, laporan sudah diajukan sejak bulan Maret, namun hingga kini tidak ada kejelasan dari Polres Bondowoso. 

" Kita juga bingung karena dapet inbok dari anggota baru, katanya dia juga jadi korban baru dari arisan yang kita laporkan ini," jelasnya.

Untuk itu, jika tuntutan kedua ini masih belum ada kejelasan dari Polres, dia bersama 22 korban lainnya yang beberapa berasal dari luar kota, akan mengadukan kasus ini ke Propam. Karena jumlah kerugian barang dan uang yang tidak dicairkan oleh ketua arisan sangat besar.

" Ada yang sampai Rp.20 jutaan. Makanya kami butuh keadilan karena kasihan juga korban lainnya yang datang jauh-jauh dari Situbondo, Jember," harapnya.

Wiwik menceritakan, penipuan tersebut bermula saat dia dan puluhan korban lainnya mengikuti arisan online di media sosial Facebook dengan nama akun Arisan Serba Serbi Bondowoso. Awalnya arisan tersebut berjalan lancar hingga beberapa bulan, namun arisan bermasalah sejak ketua arisan online bernama Nasyatul Laeli mengalami masalah keluarga.

" Anaknya katanya sering sakit, lalu alasan masih sibuk nikahin anaknya, sejak itu uang arisan tidak cair" jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal menjelaskan, sampai saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman dugaan kasus penipuan online Facebook. Dari penyelidikan polisi, ada 22 orang yang merasa menjadi korban penipuan. Dari laporan tersebut, polisi akan memilah mana yang memiliki unsur pidana.

" Karena dari 22 orang itu ada yang sudah mendapat arisan dan sudah terselesaikan, ada yang tidak," jelasnya.

Dari awal, para korban meminta mediasi oleh polisi dengan harapan uang mereka bisa kembali. Upaya awal polisi untuk memediasi kedua belah pihak urung terlaksana karena pihak terlapor beralasan sakit.

" Nanti kita akan upayakan mediasi lagi," kata Jamal.

Dari kejadian tersebut, Kasatreskrim menghimbau masyarakat agar lebih waspada melakukan transaksi online, baik itu arisan maupun jual beli di media sosial. Karena selama 2019, ada belasan laporan  masyarakat yang masuk terkait penipuan online. 

" Untuk yang arisan online baru kali ini, tapi rata-rata yang lapor adalah korban jual beli online," pungkasnya. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00