Tarik Paksa Kendaraan, Dua Oknum Debtcollector Diamankan Polisi

KBRN,Jember: Dua orang oknum Debtcolector diamankan tim Kalong Satreskrim Polres Jember lantaran hendak merampas mobil serta menipu seorang nasabah salah satu Finance pembiayaan mobil.

Keduanya yakni DS (44), warga Dusun Maduran, Desa Tutul, Kecamatan Balung dan ADW (38), warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember.

Kasatreskrim Polres Jember, AKP Hadiyan Wiratama mengungkapkan kedua oknum debt collector itu diamankan pada senin (8/8/2022) malam, saat hendak merampas mobil dan melakukan penipuan terhadap seorang warga atas nama Yuyun Astutik warga Bumirejo Dampit Malang.

"Peristiwa ini sendiri bermula saat korban mengendarai mobilnya pada Senin malam sekitar jam 22.30 WIB, kemudian diikuti oleh oleh kedua pelaku dan berhasil diberhentikan, kemudian oleh kedua pelaku korban di ajak ke kantor ACC Finance yang ada di Pertokoan Gajah Mada Square di Jalan Gajah Mada Kaliwates Jember, karena dianggap kendaraan yang dipakai telat membayar angsuran," papar Dika melalui keterangan tertulis yang diterima RRI,Rabu (10/8/2022).

Sesampai di parkiran kantor ACC Finance, kedua pelaku sempat menakut-nakuti korban dan mengancam akan melakukan penyitaan kendaraan jika korban tak mampu membayar keterlambatan angsuran sebesar Rp 17 juta.

"Korban sempat menerima kata-kata kasar, kedua pelaku juga tidak mengizinkan korban untuk pulang membawa kendaraan jika tidak membayar sampai korban merasa ketakutan," tandasnya.

Beruntung aksi itu diketahui oleh sejumlah personil kepolisian yang tengah melakukan patroli rutin. Petugas langsung mendatangi kedua pelaku yang tengah melakukan intimidasi terhadap korban perempuan.

"Melihat korban menangis, setelah kami selidiki, ternyata korban mendapat tekanan psikis dari kedua pelaku, yakni keduanya hendak merampas mobil milik korban, setelah kami cek surat perintah penarikan mobil, kedua pelaku tidak bisa menunjukkan, sehingga keduanya kami amankan di Mapolres Jember beserta barang bukti, untuk proses lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus tersebut kini tengah ditangani pihak Kepolisian Polres Jember. Keduanya terancam pidana perampasan dan penipuan.

"jika keduanya terbukti melakukan tindak pidana perampasan dan penipuan, kita jerat dengan pasal Pasal 368 ayat (1) dan Pasal 369 ayat (1) KUHP, Ancamannya maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (gl/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar