Polres Bondowoso Telusuri Peredaran Daging di Bawah Harga Pasaran

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko

KBRN, Bondowoso: Dampak dari merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak membuat Polres Bondowoso mendalami adanya dugaan peredaran daging yang dijual di bawah harga pasaran.

Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko menegaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi masalah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Sehingga saat ini, polisi tengah mendalaminya.

" Baru mendalami peredaran daging di bawah harga pasaran," katanya, Rabu (6/7/2022).

Menurutnya, daging hewan yang diedarkan di pasaran tentu harus memenuhi standar kesehatan dalam proses penyembelihan.

" Karena tentunya ada standar kesehatan dalam penyembelihan hewan, " tegasnya.

Sehingga, untuk membuktikan daging tersebut layak konsumsi atau tidak, pihaknya membutuhkan keterangan ahli. Dan ini akan menjadi dasar untuk berkoordinasi dengan pihak terkait. 

" Kita terus mendalami hal tersebut. Informasi sudah kami terima beberapa hari yang lalu. Nanti kalau ada perkembangan akan kami sampaikan,"

Adapun, mengenai lokasi yang ditengarai adanya peredaran daging di bawah harga pasaran, Kapolres menyebut bahwa hal tersebut merupakan ranah penyelidikan.

Sebelumnya, Kapolres Wimboko juga mengingatkan kepada masyarakat terutama para peternak agar tidak percaya informasi hoax yang justru membuat harga sapi anjlok. 

Karena, pihaknya mengindikasi adanya oknum yang mencari keuntungan dengan menebarkan informasi bohong bahwa sapi terserang PMK itu tidak akan sembuh. 

"Sapi atau pun hewan ternak lainnya yang terpapar PMK itu bisa sembuh. Karena itu, tak benar informasi bohong itu," urainya. 

Ia pun mengharapkan masyarakat peternak tak takut bila hewan ternaknya akan disuntik vaksin PMK. Karena justru vaksin ini sebenarnya adalah salah satu upaya untuk membuat sapi-sapi atau hewan ternak tak tertular PMK. 

"Vaksinasi sendiri ini upaya dalam melawan PMK di tengah-tengah peternakan," pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar