Diduga Tak Layak Konsumsi, Polisi Amankan Pengiriman Daging Sapi Ke Jember

KBRN,Jember: Tim Satreskrim Polsek Sumbersari, Polres Jember mengagalkan pengiriman daging sapi dari Sumenep, Madura yang masuk ke Kabupaten setempat, Jumat (1/7/2022). 

Pengiriman daging sapi diduga tak layak konsumsi itu dikirim mengunakan satu unit mobil box oleh Solihin warga Lukguluk, Sumenep atas pesanan dari seorang pemilik kios pedagang daging di wilayah Kecamatan Sumbersari. 

Kapolsek Sumbersari, Kompol Sugeng Piyanto membenarkan polisi mengamankan sebuah mobil box berisi daging sapi beserta seorang pengemudi asal Madura ke Mapolsek. 

Hal itu dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait pengiriman daging sapi yang diduga tak layak konsumsi dari luar daerah. 

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus penyakit PMK, polisi bertindak cepat untuk mengamankan penjual yang sekaligus pengemudi mobil box beserta daging sapi diduga tak layak konsumsi itu untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Setelah kita amankan dan kita kordinasi dengan pihak Dinas Peternakan untuk memastikan daging yang dikirim dari luar daerah itu, dinyatakan betul memang benar daging yang dikirim oleh saudara Solihin ini tidak layak dikonsumsi," ujarnya kepada RRI,Jumat (1/7/2022).

Dari penyelidikan serta pemeriksaan sementara kepada pelaku S, Selain tidak dilengkapi dengan persyaratan dan dokumen dari dinas terkait, kondisi daging sapi yang dibawa pelaku dari Madura itu sudah rusak dan berbau.

"Dari keterangan pelaku,pengiriman tersebut tidak dilengkapi dengan surat-suray dari dinas terkait, kita masih dalami pengiriman daging sapi itu ilegal atau tidak, namun dari kondisi daging dan cara pengirimannya tidak layak," tegasnya.

Sementara itu dihadapan penyidik, Pelaku S mengaku melakukan pengiriman daging sapi atas pesanan pribadi dari salah satu kerabatnya di Kabupaten Jember. Pengiriman daging itu diakui tidak dilengkapi dokumen dari dinas terkait.

"Saya potong sendiri hari kamis malam dan langsung saya kirim kesini, tidak saya potong ke RPH karena jauh dari rumah saya, waktu pengirimannya juga mepet," kilahnya.

Solihin mengaku jika Daging sapi yang telah dipotong-potong itu rencana akan dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilogram.

Untuk peneyelidikan lebih lanjut, Polisi mengamankan satu unit mobil box nopol M 8068 WC berisi daging sapi yang telah rusak sebagai barang bukti. (gl/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar