Kasus Video Perundungan di Jember, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

KBRN,Jember: Jajaran Polres Jember terus mendalami dugaan kasus perundungan yang terjadi di Kecamataan Tanggul beberapa saat lalu. Hingga kini penanganan Perkara itu terus bergulir. 

Polisi menyatakan telah memeriksa sejumlah saksi terkait viralnya video perundungan yang menimpa seorang remaja itu.

Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH melalui Kasi Humas Polres Jember Iptu Brisan mengatakan bahwa  kasus tersebut sudah ditindaklanjuti penaganannya oleh Polsek Tanggul.

“Proses kasus perundungan tetap jalan dan saat ini Polisi sudah memanggil sejumlah saksi, termasuk saksi terlapor, semua sudah dipanggil dan saat ini masih dalam pemeriksaan,” ujar Iptu Brisan,Kamis (30/6/2022).

Dijenjelaskan olehnya,  peristiwa ini sendiri terjadi pada bulan Mei 2022, saat itu korban dengan inisial HKL keluar dari organisasi kelompok terduga pelaku terdiri dari FR, RN, IQ, dan RO.

Saat keluar ini korban juga dianggap telah melecehkan organisasi dengan menjelek-jelekkan organisasi.

“Peristiwanya sudah lama, 1 bulan lebih, antara korban dan pelaku, informasinya juga sudah membuat kesepakatan damai, cuma belakangan vidionya beredar dan orang tua korban baru mengetahuinya, sehingga orang tua korban tidak terima dan melaporkan kasus ini ke Polsek,” jelasnya.

Meski sudah kejadian sudah lewat 1 bulan, pihak Polres Jember melalui Polsek Tanggul tetap menerima laporan orang tua korban beserta korban, dengan meminta sejumlah keterangan terkait kronologis kejadian tersebut. 

“Sudah dimintai keterangan sejumlah pihak, termasuk saksi korban dan saksi dari terlapor yang masih dibawah umur,” tambah Iptu Brisan.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tanggul AKP. Miftahul Huda  menyebutkan dari hasil pemeriksaan tersebut diduga yang melakukan penganiayaan hanya 2 orang, yakni FR dan RN, sedangkan RO diberi tugas untuk merekam apa yang dilakukan oleh FR dan RN.

“Yang jelas kasus ini adalah murni pidana penganiayaan yang dilakukan oleh FR dan RN terhadal korban HKL, dan kasus ini masih dalam tahap penyidikan, dan juga bimbingan dan penyuluhan kepada terlapor,” pungkasnya. (gl/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar