Cegah Peredaran Obat dan Barang Terlarang, Lapas Bondowoso Geledah Seluruh Blok Hunian

Petugas Lapas IIB Bondowoso Menggeladah Obat san Barang Terlarang Terhadap Semua Napi dan Tahanan

KBRN, Bondowoso : Lapas Bondowoso mengambil langkah preventif dalam memerangi peredaran obat dan barang terlarang dengan menggelar operasi senyap. Petugas menggeledah kamar hunian pada seluruh blok Lapas Bondowoso yang terdiri dari 3 Blok Hunian (Blok A, B, C), Sabtu, (21/5/2022).

Penggelahan kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), H. Nahrawi, didampingi Kasubsi Keamanan seluruh petugas lainnya.

Hasil temuan pada penggeledahan kali ini hanya barang kategori ringan seperti alat pemotong kuku, alat cukur, hingga korek api. Semuanya disita untuk dimusnahkan !

KaKPLP Lapas Bondowoso, H. Nahrawi mengungkapkan kegiatan ini merupakan kegiatan aktif dan rutin setiap minggu dalam memastikan Lapas Bondowoso aman akan peredaran Narkoba dan benda terlarang.

“Kegiatan rutin setiap minggu, operasi senyap penggeledahan kamar hunian sebagai upaya Lapas Bondowoso memastikan keamanan dan ketertiban dalam peredaran gelap narkotika dan benda terlarang lainnya” ungkap Nahrawi.

Ia menegaskan bahwa setiap warga binaan yang menyalahgunakan tanpa hak obat dan benda terlarang di dalam lapas akan menerima konsekuensi lebih lanjut sesuai SOP dan amanat undang-undang yang berlaku.

“Alhamdulillah, dalam kegiatan operasi kali ini tidak ditemukan obat maupun benda terlarang yang berada di Lapas Bondowoso, ” tegasnya.

Sementara itu, Kalapas Bondowoso, Sarwito mengapresiasi seluruh jajaran petugas Lapas Bondowoso yang dengan kinerjanya dapat menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Bondowoso.

“ Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh petugas yang mana dalam kinerjanya memberikan terbaik kepada masyarakat sehingga didapati Lapas Bondowoso selalu dalam keadaan aman dan kondusif," katanya.

Sarwito juga menerangkan bahwa Lapas Bondowoso akan selalu mengupayakan perubahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti inisiasi program non edar uang tunai di dalam Lapas Bondowoso, yang bekerjasama dengan sebuah perbankan.

“ Sehingga dengan adanya program ini dapat menjaga dan meningkatkan status Lapas Bondowoso dalam Lapas zero Halinar (HP, Pungli dan Narkoba)," lanjutnya.

Adapun, jumlah narapidana dan tahanan di Lapas IIB Bondowoso sebanyak 298. Segala upaya seperti sosialisasi bahaya penggunaan obat terlarang (Narkotika) bagi kesehatan, tahap rehabilitasi awal dan pembinaan terhadap narapidana narkotika hingga langkah aktif dalam memerangi peredaran gelap narkoba.

" Obat terlarang seperti heroin, morfin, kokain dan lain sebagainya menjadi musuh negara dalam setiap peredarannya, tak terkecuali bagi Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bondowoso," beber Sarwito. 

Kegiatan penggeledahan blok hunian menjadi peran pokok dalam memastikan Lapas Bondowoso bersih akan peredaran gelap narkotika dan benda terlarang lainnya. Bahkan benda terlarang seperti alat komunikasi, senjata tajam, hingga alat yang membahayakan lainnya juga selalu dipastikan bersih dalam lingkup Lapas Bondowoso.

" Karena resiko menciptakan ketidak-kondusifan pada lingkup Lapas Bondowoso yang tinggi," imbuhnya.

Menurutnya, peredaran gelap narkotika dan barang terlarang menjadi permasalahan utama dalam setiap kesuksesan menjalankan program pembinaan bagi narapidana. Pasalnya, efek berbahaya yang terjadi ketika mengonsumsi obat terlarang tersebut dapat mempengaruhi kejiwaan/psikologi seseorang.

" Lapas Bondowoso sebagai instansi pemerintah dan sebagai aparat penegak hukum punya peran sentral dalam penegakkan hukum dan program pembinaan terhadap narapidana," pungkasnya. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar