Gara-Gara Postingan Facebook, Pemuda Asal Sumenep Jadi Korban Pengeroyokan di Jember

KBRN,Jember: Kasus pengeroyokan dan pwnganiayaan yang menimpa RR(20) warga Sumenep di kontrakan yang berada di Kecamatan Kaliwates, Jember akhirnya terungkap oleh Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Jember. Satu pelaku penganiayaan berinisial AA (21), warga asal Dusun Mandigu, Desa Suco, Mumbulsari berhasil diringkus polisi.

Dalam kasus kriminal itu, Tersangka AA diduga menjadi pelaku penganiayaan dan pengeroyokan bersama sejumlah rekannya hingga mengakibatkan korban mengalami luka-luka.

Aksi Penganiyaan itu terjadi dipicu persoalan postingan foto yang diunggah korban dengan mengenakan atribut salah satu perguruan silat di media sosial. 

Merasa tak terima, Tersangka dan sejumlah rekannya lantas mendatangi rumah kontrakan korban dan melakukan pengeroyokan.

"Tersangka melakukan penganiayaan bersama-sama di rumah korban, pada saat korban berada di rumah kontrakannya di wilayah Kaliwates Jember", ujar Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Jumat (3/12/2021).

Komang menjelaskan, Kronologis peristiwa itu berawal saat korban tengah berada di rumah kontrakan. Selanjutnya datang tersangka AA bersama rekan-rekannya dan mempertanyakan kepada korban, mengapa meng-upload foto dirinya dengan atribut PSHT di media sosial.

" Saat dikonfirmasi oleh tersangka ternyata di Handphonenya korban ketika di cek sama tersangka juga ada foto tersebut, merasa tidak terima kemudian tersangka melakukan penganiayaan secara bersama temannya dirumah kontrakan korban," imbuhnya.

Untuk sementara polisi baru mengamankan satu tersangka AA terkait kasus penganiayaan itu. Sejumlah rekan tersangka yang identitasnya telah dikantongi polisi masih dinyatakan DPO dan tengah diburu pihak Kepolisian.

"Kami berharap kepada para tersangka yang sudah menjadi DPO untuk menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib, kami juga akan melakukan tindak terukur apabila tidak kooperatif", Kata Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, Tersangka AA di kenakan pasal 170 dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar