Polisi Tangkap Pengedar dan Kurir Narkotika Jaringan Lapas Jember

KBRN,Jember: Dua orang pemuda warga Kecamatan Kaliwates, Jember berinisial RR dan MD diringkus Satresnarkoba Polres Jember. Keduannya ditangkap setelah diketahui menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu yang dikendalikan oleh Narapidana Kasus Narkotika dari dalam Lapas Jember.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sabu golongan satu dengan berat total 100,15 gram.

Kapolres Jember melalui Kasat Resnarkoba Iptu Sugeng Iryanto mengungkapkan kedua pelaku merupakan pengedar serta kurir yang bertugas mengantar sabu atas perintah dari seorang narapida di lapas Jember. Untuk sekali pengiriman sabu para pelaku menerima upah Rp 50.000.

"Modus mereka mengirim sabu ke titik yang diperintah oleh seseorang dari lapas jember, mereka berkomunikasi melalui handphone dan tidak bertemu langsung dengan pembeli karena barang hanya diantar ke suatu titik yang telah ditentukan oleh seorang narapidana dan tidak bertemu langsung dengan pembeli," ujarnya, Jumat (3/12/2021).

Sugeng menerangkan untuk mengungkap kasus narkotika jaringan lapas Jember itu, Polisi telah mengintai dan melakukan penyelidikan selama kurun waktu tiga bulan terakhir hingga akhirnya berhasil mengamankan dua orang tersangka itu.

"Kasus peredaran narkotika jaringan lapas jember ini masih terus kita kembangkan, kita masih mencari dan akan memeriksa satu narapidana lapas jember yang diduga kuat pengendali peredaran narkotika jenis sabu ini," tandasnya.

Dengan tertangkapnya pengedar dan kurir sabu jaringan Lapas Jember itu, Polisi turut menyayangkan terkait kelonggaran pengunaan alat komunikasi dari dalam Lapas Jember, sehingga dapat digunakan sebagai sarana transaksi narkotika.

"Satu tersangka yang kami amankan ini merupakan teman dari narapida yang mendekam di Lapas Jember,  ini  bertransaksi sabu melalui handphone dan modusnya melakukan transaksi jual beli sistem ranjau sehingga kurir dan pembeli tidak bertemu, barang diletakan di suatu tempat ditinggal dan diambil oleh pemesannya" terangnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka RR dan MD diancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Th.2009 Ttg Narkotika dengan hukuman penjara 6 tahun maksimal 20 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar