Polresta Lumajang Tangkap Pengedar Okerbaya

KBRN Lumajang : Satresnarkoba Polres Lumajang Jawa Timur menangkap Pengedar penyalahgunaan obat farmasi berbahaya.

Menurut Kasatresnarkoba Polres Lumajang, AKP Ernowo, S.H. Aparat Satresnarkoba berhasil menyita 427 butir obat keras berbahaya (Okerbaya) dari tangan SA, warga Desa Karang Bayat, Kecamatan Sumber Baru, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Penangkapan itu bermula dari adanya laporan warga yang resah atas ulah pelaku SA yang diketahui sering didatangi oleh orang tidak dikenal di Rumah kontrakan di Dusun Persil Ranupakis, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

“Ada warga yang melapor. Sebab, diduga kontrakan SA sering kali digunakan untuk pesta atau transaksi obat-obatan tersebut,” ujarnya Selasa (30/11/2021)

Setelah mendapatkan laporan Petugas langsung merespon positif tidak tanggung-tanggung, pihaknya langsung mengerahkan beberapa personel untuk melakukan penggerebekan, sekaligus pemeriksaan di tempat kontrakan SA.

Ratusan pil tersebut dikemas di beberapa kantong plastik. Ia menduga, jika pil tersebut segera diedarkan oleh tersangka SA. 

Ketika ditanya oleh petugas Sat Resnarkoba Polres Lumajang, SA yang berpendidikan tidak tamat sekolah dasar itu mengaku tidak memiliki keahlian khusus di bidang farmasi ataupun obat-obatan.

Ernowo juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Lumajang, agar selalu waspada, terutama kepada orang asing yang beraktifitas di sekitar lingkungannya dan memantau anaknya agar tidak terjerumus dalam penggunaan Okerbaya mengingat pencegahan terhadap pelaku narkoba lebih efektif dari pada merehabilitasinya.

“Saya berpesan agar masyarakat selalu waspada, jika di sekitar lingkungannya ada seseorang yang mencurigakan seperti halnya SA ini, segera laporkan, terutama kepada aparat setempat, termasuk RT/RW sampai Kepala Desa, karena biasanya pelaku kejahatan, terutama narkoba tersebut jarang berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, jangan segan lapor kepada kami,” tegasnya

SA saat ini telah meringkuk di tahanan Satresnarkoba Polres Lumajang, ia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya, oleh penyidik ia akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. KA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar