Pegawai Bakorwil Gadungan Tipu Warga Jember Hingga Puluhan Juta

KBRN,Jember : Unit Satreskrim Polsek Arjasa, Polres Jember membekuk seorang laki-laki berinisial AC warga Arjasa karena diduga telah melakukan dugaan penipuaan dan pengelapaan kepada puluhan korban di wilayah Kecamatan Arjasa dan beberapa kecamataan lainnya.

Modus tersangka mengelabui korban dengan mengaku sebagai salah satu pegawai Bakorwil V Jember menawarkan Bantuaan alat-alat Pertaniaan dari Dinas Pertaniaan Provinsi Jawa Timur kepada para kelompok tani.

Untuk realisasi bantuaan itu, Tersangka AC meminta biaya hingga jutaan rupiah kepada setiap calon penerima, namun setelah menerima uang dari puluhan korbannya, bantuaan alat pertaniaan yang dijanjikan tak kunjung direalisasikan hingga korban mengadukan perkara itu kepada pihak Kepolisian.

Kanitreskrim Polsek Arjasa, Ipda Irwan Prasetyo mengatakan modus Tersangka AC dengan meminta uang kepada setiap calon penerima bantuaan paket alat pertaniaan.

"Per paket bantuaan alat pertaniaan yang dijanjikan, Tersangka AC menerima uang senilai Rp 3.500.000, untuk diwilayah Arjasa saja terkumpul sekitar 12 orang yang telah memberikan uang itu kepada Tersangka, tetapi barang yang dijanjikan tidak ada dan hanya jadi modus tersangka untuk mengelabuhi korban-korbannya," ujarnya dikonfirmasi RRI, Senin (27/9/2021).

Ipda Irwan memastikan tersangka AC bukan merupakan pegawai dari Dinas Bakorwil V Jember, hal itu terungkap setelah pihak Kepolisiaan mengkroscek langsung identitas Tersangka ke pihak Bakorwil setempat.

"Setelah kita kroscek kebenarnya, pegawai atas nama tersangka AC ternyata tidak ada dan tidak tercatat sebagai pegawai dari Bakorwil, itu hanya menjadi modus dari tersangka saja," tegasnya.

Sementara Korban, Budi Hermanto warga Kecamataan Arjasa mengaku selain dirinya, juga terdapat puluhan korban lain yang telah menyerahkan uang kepada Tersangka AC sebagai persyaratan mendapatkan bantuaan alat pertaniaan dari Dinas Pertaniaan Provinsi Jawa Timur itu. Total uang yang diterima Tersangka AC dari para korban mencapai Rp 65 juta.

"Selain puluhan korban warga di Kecamataan Arjasa, juga banyak korban lainnya dari sejumlah kecamataan lain, kemungkinan mereka juga akan segera melaporkan persoalan tersebut ke polisi," sesalnya.

Atas perbuatannya,Tersangka AC kini telah mendekam di sel Tahanan Mapolsek Arjasa untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Tersangka AC dijerat Pasal 378 junto 372 KUHP dengan ancaman pidana pejara maksimal 4 tahun penjara. (GL/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00