Polres Lumajang Memeriksa Keterangan Ahli Untuk Mengungkap Aktor Intelektual Mafia Pasir

KBRN Lumajang : Forum Panggung Rakyat (FPR) Lumajang Jawa Timur kembali pertanyakan proses hukum yang telah dilakukan oleh aparat Kepolisian Polres Lumajang mengenai pengungkapan dugaan adanya otak intelektual mafia pasir ilegal di Lumajang.

Menurut Ketua Forum Panggung Rakyat (FPR) Lumajang Dwi Wismo Wardono SH. MH, ketika dikonfirmasi RRI didepan halaman Mapolres Lumajang menegaskan jika pihaknya kesekian kalinya mendatangi Mapolres Lumajang guna mempertanyakan hasil ungkap aktor intelektual Penambangan Pasir ilegal dan dugaan jual beli Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) yang diduga disalahgunakan dengan cara dijual tidak pada titik koordinat perijinan penambangan.

Ketua Forum Panggung Rakyat (FPR) Lumajang sejauh ini juga telah menyesalkan adanya penangkapan dugaan penambangan liar yang telah dilakukan aparat Kepolisian Polres Lumajang pada bulan April lalu dengan barang bukti Ekskavator namun hingga saat ini ternyata masih juga tidak ada seseorang yang telah menjadi tersangkanya dan diharapkan kasus tersebut juga bisa diungkap siapa dalang dibelakangnya agar tidak mengandung tanya Masyarakat.

Ketika dikonfirmasi lebih dalam mengenai optimisme Masyarakat terhadap pengungkapan kasus penambangan pasir diduga ilegal dengan TKP di Padang Savana Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang Barang Bukti (BB) sebanyak empat Truk Pasir pihaknya hingga saat ini masih terus mencoba optimis terhadap kinerja aparat Kepolisian Polres Lumajang untuk mengungkap aktor intelektual penjualan SKAB yang diduga disalahgunakan dan adanya keterlibatan orang penting di Lumajang. 

Dwi Wismo juga mangatakan jika hasil jawaban dari orang nomor satu dijajaran Polri yang ada di Lumajang jika aparat Kepolisian Polres Lumajang masih mendatangkan saksi ahli dari ESDM Propinsi Jawa Timur dan memang harus demikian karena ini bukti dari keseriusan Polres Lumajang dan merupakan langkah kehati-hatian Polres Lumajang dalam mengungkap kasus pasir. 

"Kami mencoba bertanya lagi karena kemarin ada dua kasus yang pertama barang bukti Ekskavator pengungkapan pada bulan april, namun sampai saat ini Kami menghormati hukum yang berlaku dan memberikan apresiasi Polisi yang berani sangat tegas menindak adanya dugaan ketidak benaran, "Tegasnya Jumat (24/09/2021)

Sementara itu Sekertaris Forum Panggung Rakyat (FPR) Lumajang Arsad Subekti Sebagai elemen Masyarakat pihaknya bersama rekan  Masyarakat asli Lumajang memiliki kompetensi untuk menyelamatkan uang negara beserta asetnya agar sesuai peruntukanya sehingga kedepan Masyarakat Lumajang bisa sejahtera dikampung halamanya sendiri tidak justru yang terjadi sekarang ini. 

Pihaknya juga meminta semua elemen Masyarakat Lumajang untuk turut monitoring dan perduli terhadap aset negara karena itu semua pada hakikatnya adalah milik rakyat dan harus diselamatkan dari para koruptor karena memang harusnya untuk rakyat. 

Arsat Subekti bersama rekan (FPR) dan Masyarakat menunggu hasil kinerja aparat Kepolisian Polres Lumajang dalam mengungkap Aktor intelektual penambangan Pasir yang diduga ilegal dan semakin nekat saja. 

Sementara itu Kapolres Lumajang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eka Yekti Hananto Seno SH. Sik MSi, ketika dikonfirmasi RRI melalui pesan Berantai WhatshApp menjelaskan jika pihak aparat Kepolisian Polres Lumajang saat ini masih memeriksa keterangan ahli kemudian selanjutnya akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangkanya. 

"Kita masih  memeriksa keterangan ahli dan selanjutnya gelar perkara untuk penetapan tersangka,"Pungkasnya. (KA/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00