Menganggur di PHK Akibat Pandemi, Warga Banyuwangi Nekat Edarkan Upal

KBRN Jember,: Tim Reserse dan Kriminal meringkus pria berinisial MS (34) warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar,Banyuwangi. 

Pria pengangguran itu ditangkap setelah kedapatan mengedarkan pecahaan uang palsu nominal 50 ribu rupiah.

Modus tersangka MS yakni mengedarkan uang palsu untuk dibelanjakan beraneka ragam kebutuhan sehari-hari dan barang elektronik.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember,AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengungkapkan Tersangka MS diringkus setelah melakukan transaksi pembeliaan satu unit Handphone belas ke salah seorang warga Jember.

" Tersangka kita amankan dengan TKP di Tempat ojek simpang Tiga Balai Desa Sempolan. Setelah sebelumnya polisi menerima laporan masyarakat terkait adannya peredaraan uang palsu," ujarnya, Senin (20/9/2021).

Dari tangan tersangka MS, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantarannya 17 lembar pecahaan uang palsu nominal 50 ribu serta satu unit handphone.

Tersangka MS mengaku sudah beraksi selama 3 bulan dan uang palsu tersebut dibelanjakan di pasar dan toko disekitaran Sempolan.

“Dari pengakuan tersangka uang palsu didapatkan dgn cara transaksi lewat komunikasi WA yg sebelumnya perkenalan dr FACEBOOK dgn akun ARDI ( komendan upal) yg mengaku orang Banyuwangi setelah itu melakukan tranfer ke sdr Ardi dengan perbandingan 1:2 dan dari pengakuan sdr MS sudah melakukan transaksi sebanyak 6 kali dengan nominal 250 ribu sampai 500 ribu melalui paket J&T” terang AKP Komang.

Sementara dihapan penyidik, Tersangka MS mengaku tergiur mengedarkan uang palsu lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Dirinya beralasan sejak terjadi pandemi covid 19 tidak bisa bekerja dan harus terkena PHK.

"Awalnya saya bekerja di Bali sebagai pekerja bangunan, tp setelah pandemi tidak bisa kembali bekerja karena persyaratan masuk ke Bali diperketat dengan berbagai persyaratan keterangan bebas Covid 19, sudah 3 bulan terakhir saya menganggur," dalihnya.

Selain barang bukti belasan lembar pecahaan uang palsu nominal 50 ribu, Polisi turut menyita satu unit motor milik tersangka MS yang digunakan untuk mengedarkan uang palsu.

Atas perbuatannya,Tersangka MS dijerat pasal 36 ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (3) UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga 10 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00