Tiga ASN Terdakwa Korupsi Anggaran DAK 2010 Senilai 57 Miliar di Dispendik Jember Dieksekusi

KBRN, Banyuwangi : Tiga ASN Terdakwa Korupsi Anggaran DAK 2010 Senilai 57 Milyar di Dispendik Jember Dieksekusi 

KBRN,Jember : Tiga orang terdakwa kasus korupsi anggaran DAK Tahun 2010 di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember senilai 57,2 Miliar akhirnya resmi dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2A Jember, Kamis (16/9/2021).

Tiga orang ASN Pemkab Jember yang dieksekusi Jaksa diantaranya Drs Sujarwono, Malai Sondi S.pd dan Sugeng B Resobowo SH.

Pantauaan RRI, ketiganya tiba di Lapas Kelas 2A Jember sekitar pukul 13.30 Wib dengan dikawal oleh sejumlah Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Jember. 

Setelah dilakukan pemeriksaan berkas administrasi dan kesehatan, ketigannya langsung diserahkan kepada petugas lapas untuk menjalani hukuman.

Berdasarkan salinan putusan kasasi Mahkamah Agung, ketiga pejabat tersebut dinyatakan terbukti secara bersama-sama  melakukan korupsi saat masih menjadi pegawai Dinas Pendidikan tahun 2010 silam. 

Dalam kasus korupsi itu, ketigannya telah merugikan keuangan negara sebesar Rp6,1 miliar dalam anggaran untuk pengadaan buku, alat olah raga, dan kesenian dan SD/ SDLB maupun SMP senilai Rp57,2 miliar.

Mahkamah Agung menjatuhkan vonis terhadap ketiga terpidana itu dengan hukuman yang sama, yakni 5 tahun penjara, dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. 

“Menolak permohonan kasasi dari pemohon/ terdakwa. Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama,” bunyi amar putusan yang dilansir Mahkamah Agung dalam situs resminya.

Sementara PLT Kepala Lapas Kelas 2A Jember, Sarwito ketika dikonfirmasi RRI melalui sambungan ponselnya membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahaan tiga terdakwa kasus korupsi anggaran DAK tahun 2010 di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

"Iya benar Mas, dari laporan petugas kami memang ada penyerahan tiga orang terpidana dari pihak kejaksaan Negeri Jember, sesuai SOP setelah menjalani pemeriksaan berkas administrasi dan kesehatan maka kita tempatkan di ruang isolasi selama 14 hari, setelah itu baru dipindahkan ke ruang tahanan bersama warga binaan lainnya," kata Sarwito.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00