BPOM Gerebek Pabrik Jamu Tardisional Yang Diduga Ilegal di Banyuwangi

Rilis Pengrebekan Jamu Tradisional

KBRN, Banyuwangi : Tim gabungan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bareskrim Polri bekerjasama, gerebek produsen jamu tradisional di Banyuwangi, yang diduga tidak memiliki ijin. Dari pengerebekan tersebut sebanyak 7 truk barang bukti diamankan, yang terdiri dari bahan baku, jamu siap edar, dan mesin produksi.

Direktur Cyber Obat dan Makanan pada BPOM, Nur Iskandarsyah mengatakan, pengerebekan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, yang ditindak lanjutan dengan pengawasan dari BPOM Surabaya, hasilnya ada 3 tempat yang menjadi sasaran penindakan, yakni di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, di Dusun Sumberagung dan Dusun Sumbergroto, yang keduanya berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono.

"Kami mendapatkan 3 sarana produksi, yang diduga melakukan kegiatan produksi dan penyimpanan jamu tradisional, tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia obat," ungkap Nur Iskandarsyah, saat konferensi pers di Mapolresta Banyuwangi, Senin (2/8/2021).

Kegiatan produksi jamu, yang diduga ilegal tersebut, melanggar UU kesehatan Nomor 36 tahun 2009 Pasal 197 dan 106 ayat 1 dimana terancam pidana penjara 15 tahun dan denda Rp. 1,5 milyar, kemudian Pasal 196  junto Pasal 98 ayat (2) dan (3) dengan pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 1 Milyar, dan Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat (1 ) huruf a UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Jadi ada tiga pasal yang dilanggar dalam produksi jamu tradisional ini, salah satunya terkait UU Kesehatan, dan perlindungan konsumen," kata Nur Iskandarsyah.

Sementara itu, Kabagbanops Rokorwas PPNS Bareskrim Polri, Kombes Pol Pudyo Haryono menjelaskan, Polri siap membackup dan menindak kasus ini Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dan penyidik Polri masih terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan BPOM, yang merepakan steakholder dalam kasus jamu tradisional.

"Kami ucapakan terima kasih, tentunya kami siap melakukan pendampingan dari kasus ini, dan pengungkapan kasua jamu tradisional yang diduga ilegal ini, bisa menyelamatkan kesehatan nyawa orang lain," ujar Kombes Pol Pudyo Haryono, Senin (2/8/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00