Dugaan Korupsi Proyek Pasar Balung, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

KBRN,Jember : Penyidikan kasus dugaan korupsi pekerjaan konstruksi pasar Balung Kulon memasuki babak baru. Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Jember akhirnya melakukan penetapan tersangka terkait kerugiaan keuangan negara senilai 1,8 Milyar rupiah dalam perkara tersebut.

Polisi menetapkan dua orang tersangka yakni JN dan DS selaku kontraktor dan PPK dalam proyek pengerjaan pasar Balung Kulon program Dinas Perdagangan Pemkab Jember 2019 dengan total anggaran Rp 7,5 Milyar rupiah.

"Sesuai hasil audit BPKP Pemprov Jatim, dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan kontruksi kegiatan fisik Pasar Balung Kulon tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku", ungkap Kasatreskrim Polres Jember,AKP Komang Arya Wiguna melalui keterangan tertulis yang diterima RRI,27/6/2021).

Komang menerangkan peran kedua tersangka diantaranya diduga melakukan pemalsuan dokumen penawaran dan juga pekerjaan fiktif dalam pengerjaan proyek Pasar Balung.

"Pada pengadaan material maupun proses pekerjaan yang seharusnya nilainya rendah menjadi tinggi. Ada dugaan markup juga,"terangnya. 

Dalam penyidikan perkara dugaan korupsi itu,polisi telah memeriksa sedikitnya 38 orang saksi untuk diminta keterangan seputar kasus dugaan korupsi tersebut.

Penyidik juga telah meminta keterangan saksi ahli kontruksi, saksi ahli pidana korupsi, saksi ahli LKPP dan saksi ahli perhitungan kerugian negara dari BPKP. 

"Selain itu, Kami juga telah melakukan serangkaian tindakan penggeledahan dan penyitaan barang bukti", tambahnya. 

Tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 Jo Pasal 56 KUHP. 

" Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah  dan paling banyak 1 miliar rupiah", tutupnya. (gan/pw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00