Kasus 4 Kades Terlibat Narkoba Catut Nama Polisi

KBRN, Jember : Buntut kasus penyalahgunaan narkoba yang menyeret 4 Kades di Jember turut mencatut nama personil Kepolisian di Jajaran Polres Jember. Dalam perkembangan penyidikan kasus itu, nama Polisi sempat disebut-sebut MM (Kades Wonojati). Dalam berita acara pemeriksaan MM, Ia mengungkapkan  mendapatkan barang-bukti sabu-sabu  berasal dari seorang Polisi berinisial DPW Dinas Di Polres Jember. 

"Sesuai  perkembangan hasil penyidikan kasus ini sehubungan nama polisi (Dinas Polres Jember) disebut dalam pemeriksaan MM (Kades Wonojati). Berkas perkaranya dilimpahkan ke Satreskoba Polres Jember", ungkap Kasat Reskoba AKP. Dika Hadian, melalui keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa (22/6/2201).

Dika menerangkan Berdasarka   pelimpahan berkas perkara dari Direktorat Reserse Nakorba Polda Jatim, pihaknya telah melakukan upaya pemeriksaan saksi-saksi dan membuat berita acara konfrontasi. 

" Kami sudah melakukan pemeriksaan 2 Saksi, yaitu terhadap MA (48) Kades Tempurejo Dan HH (52) Kades Glundengan. Hasilnya, keduanya menyatakan tidak mengetahui adanya transaksi narkoba tersebut berasal dari DPW (Polisi)", terangnya.

Lebih lanjut dalam pemeriksaan terhadap DPW. Dia mengaku tidak pernah melakukan transaksi dan memberikan apapun kepada MM. 

" Memang pada tanggal 06 Juni 2021, DPW sekedar mampir  ke Rumah MM ( Kades Wonojati) karena mau berangkat Dinas Piket Malam Di Polsek Wuluhan. Kepentingannya hanya akan dikenalkan dengan HH (Kades Glundengan)", terangnya. 

Pernyataan DPW dalam pemeriksaan juga dikuatkan dengan bukti petunjuk yang didapatkan pada Ponsel milik MM (Kades Wonojati) dan Saksi-Saksi. 

"Tidak ada bukti chatingan atau komunikasi yang mengarah pada transaksi narkoba dengan DPW", imbuhnya. 

Sementara itu hasil berita acara konfrontasi Saksi HH (Kades Glundengan), Dia menyebutkan pada tanggal 06 Juni 2021 mendatangi Rumah MM( Kades Wonojati) hanya bermaksud mau membayar hutang kepada MM. 

" Mereka  hanya ngobrol-ngobrol, juga ada MA disana, pertemuan itu tidak lama, sekira 15 menit saja", tambahnya. 

Persoalan dalam pemeriksaan awal, pernyataan  MM (Kades Wonojati) tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan konfrontasi kepada Penyidik Polres Jember. Dia mengungkapkan pengakuan itu muncul karena merasa bingung ketika diperiksa di Polda Jatim. 

MM menjelaskan, sebenarnya hanya mengira-ngira saja kalau sabu-sabu yang ditemukan ditumpukan sandal di dalam rumahnya itu adalah barang milik DPW. 

"Jadi kesimpulan hasil penyidikan Satresnarkoba Polres Jember bahwa barang sabu - sabu yang dinyatakan MM didapatkan berasal dari Polisi berinisial DPW, tidak cukup bukti", tutupnya. 

Seperti diketahui, empat orang kades di kabupaten Jember ditangkap Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim,karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika sebagai penguna sabu-sabu.

Keempat Tersangka tersebut adalah Kades Wonojati berinisial MM (40), Kades Tempurejo berinisial MA (48), Kades Tamansari SK (44), dan Kades Glundengan HH (52).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00