Kasus Pemerasan Berkedok Wartawan, Polisi Libatkan Dewan Pers

KBRN,Jember: Satuaan Reserse dan Kriminal Polres Jember akan meminta keterangan dari Dewan Pers terkait penanganan kasus dugaan pemerasan berkedok wartawan yang kini tengah ditanggani pihak kepolisiaan setempat.

Meski masuk sebagai delik pidana murni, namun Polisi tetap membutuhkan keterangan Ahli dari pihak Dewan Pers, lantaran ke-4 pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka melakukan aksi kriminal dengan mengatasnamakan profesi wartawan dari salah satu perusahaan media online.

"Iya benar, Dalam penyidikan kita juga akan minta keterangan ahli dari Dewan Pers," ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Pradana saat melaksanakan konfrensi pers di Mapolres setempat, Jumat (18/6/2021).

Komang menjelaskan hasil keterangan dari para tersangka, masing-masing memiliki peran berbeda. Mulai sebagai  pengintai, mengintimidasi dan eksekutor bertugas memeras korban yang menjadi target komplotan tersebut.

"Dari empat tersangka ini, untuk tersangka ABD bertugas melakukan pengancaman dan meminta imbalan sejumlah uang, EM bertugas mencari korban serta lokasi, SST bertugas menakuti korban akan menerbitkan melalui media dan GM yang menerima hasil kejahatan," jelasnya.

Dari tangan ke-4 tersangka polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya ID Card Wartawan,5 unit Ponsel berbagai merk, uang hasil kejahataan senilai Rp 2,3 juta dan1 unit mobil yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

"Pasal yang kita jeratkan pasal 368 KUHP ayat 1 junto pasal 55 (1) subsider pasal 369 ayat 1 tentang Pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara" pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00