Satreskrim Polres Jember Tindak Tegas Panitia Penyelenggara Pertunjukan Sound System

KBRN, Jember : Satreskrim Polres Jember mengamankan lima unit truck bersama perangkat sound system dari sejumlah pemilik yang tergabung dalam komunitas Jember Sound System Comunity (JSSC).

Barang bukti itu disita dari sejumlah pemilik yang turut serta dalam pagelaran pertunjukan adu suara dari sound system di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Sabtu (8/5/2021) kemarin. Kegiatan tersebut ditonton ribuan orang tanpa mengindahkan prokes dalam mencegah penyebaran Covid 19.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, SIK, mengatakan Polres Jember sedang mengambil tindakan atas aktivitas dari komunitas sound system yang menimbulkan keresahan masyarakat khususnya pada masa pandemi. 

"Satreskrim Polres dan Polsek berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 5 unit truck merk Mitsubishi, 5 unit sound system, 5 unit ganset," melalui keterangan tertulis yang diterima RRI,Senin 10/5/2021).

Selain mengamankan barang bukti, terkait kegiataan itu Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak  yang bertanggung jawab atas kegiataan yang memicu terjadi kerumunan massa itu.

"Kita lakukan pemeriksaan terhadap  kades yang diduga menjadi panitia sekaligus perangkat desa dan juga pemilik sound system,,total ada 19 orang saksi yang kita periksa terkait kegiatan itu" tegasnya.

Pihak Kepolisiaan saat ini juga masih mendalami motif dari dari pelaku yang melakukan aktivitas tersebut apakah secara terkoordinir.

"Yang jelas telah menimbulkan kerumunan, tidak ada cuci tangan, menjaga jarak dan sebagainya sehingga melanggar protokol kesehatan," tegas AKP Yogi. 

aparat kepolisiaan menghimbau agar masyarakat untuk tetap mentaati aturan Pemerintah dalam upaya bersama menanggulangi pandemi Covid 19 dan tidak melaksanakan aegala bentuk kegiataan yang justru memicu terjadinya klaster baru. 

"Kami menghimbau kepada masyarakat atau elemen apapun untuk menahan diri tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan masyarakat yang banyak, Jika masih melanggar akan kita kenakan undang-undang kekarantinaan dan undang-undang wabah penyakit," kata AKP Yogi.

Selain mengamankan dan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam kegiataan itu, Aparat Kepolisiaan juga mengingatkan Bagi masyarakat lebih bijak dengan tidak menyebar-luaskan berita-berita seperti aktivitas tersebut melalui media sosial.

 "Untuk yang  menyebarkan postingan (konten-konten yang kami anggap ada pelanggaran hukum) di media sosial dan lainnya tentu kami pelajari apakah ada pelanggaran ITE," pungkas AKP Yogi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00