203 Napi Lapas IIB Bondowoso Diusulkan Remisi Khusus Hari Raya

Tunggu Remisi, Para Napi di Bondowoso Mengerjakan Seni Mebel di Dalam Lapas

KBRN, Bondowoso : Lapas IIB Bondowoso mengusulkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Dari jumlah 303 narapidana, sebanyak 203 diantaranya memenuhi syarat dan berhak mendapat usulan pengurangan hukuman.

Kalapas IIB Bondowoso, Sarwito menerangkan, 203 napi yang diusulkan dapat remisi tersebut terdiri dari kasus kriminal umum maupun narkoba. 

Proses pengusulan remisi dilakukan jauh hari sebelumnya, dengan pendataan secara online melalui aplikasi sistem database pemasyarakatan.

" Kita tidak posisi main-main untuk tidak mengusulkan. Karena  di database itu termonitor. Mereka yang berhak untuk diusulkan ada tandanya. Ada hijau, kuning, merah," ungkapnya.

Jumlah 203 tersebut bisa saja berubah setelah datangnya putusan pada hari raya, yakni remisi khusus susulan. Namun hingga kini, belum ada napi yang masuk kategori susulan.

" Tapi setelah hari raya, mungkin ada putusan-putusan yang dilaksanakan oleh kejaksaan," beber Sarwito.

Dijelaskannya, dalam remisi khusus terdapat pengurangan hukuman paling sedikit 15 hari dan paling banyak 2 bulan. " Di tahun pertama dia dapatnya 15 hari. Di tahun ketiga dan seterusnya itu dapatnya 2 bulan," lanjutnya. 

Adapun, syarat warga binaan yang diusulkan remisi berstatus narapidana dan mempunyai kekuatan hukum tetap. Selain itu, napi harus menjalani minimal enam bulan pertama, tidak melakukan pelanggaran dan selalu berbuat baik di dalam lapas.

" Intinya, semua warga binaan berhak (dapat remisi). Cuma kan ada pengetatan di PP tahun 1999. Mereka yang narkotika pidana 5 tahun ke atas, koruptor, teroris, ilegal loging. Pada prinsipnya sama," paparnya.

Namun, hingga saat ini tidak dapat dipastikan apakah terdapat napi yang mendapatkan remisi bebas langsung (remisi khusus dua). Karena pihaknya masih menunggu surat keputusan jelang H-2 lebaran. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00