Polres Lumajang Tekan Curwan Dengan Pemasangan GPS

KBRN Lumajang : Sejumlah aksi kejahatan pencurian hewan telah meresahkan masyarakat Lumajang, sehingga Jajaran Polres Lumajang Jawa Timur berupaya membuat cara untuk menekan aksi pencurian hewan, terutama ternak Sapi. 

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si ketika dikonfirmasi RRI menegaskan, pihaknya berkomitmen akan terus menekan angka kejadian pencurian hewan ternak di wilayah hukum Polres Lumajang. Hal ini dilakukan menyusul sering terjadinya pencurian Sapi yang mengakibatkan kerugian pada peternak, salah satu upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Polres Lumajang yakni memasang Global Positioning System (GPS) pada hewan ternak, sehingga dengan upaya demikian jika ada peternak yang kehilangan Sapi, maka dapat segera ditemukan dengan sangat cepat dan akurat.

"Upaya ini untuk menekan pencurian hewan ternak sapi pada Masyarakat, karena angka pencurian Sapi sangat tinggi, namun Alhamdulilah sekarang sudah reda berkat doa dan dukungan semua pihak,"Katanya Sabtu (17/04/2021).

Pemasangan Global Positioning System (GPS) secara serentak tersebut dilakukan oleh Polres Lumajang baik secara diam-diam maupun terang-terangan pada Masyarakat yang bekerja sama dengan semua pihak. 

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si juga mengatakan, bagi Masyarakat yang memiliki hewan ternak dan belum di pasang pada ternak mereka maka segera dianjurkan untuk melakukan pembelian alat GPS murah seharga Rp. 80.000 namun berkualitas tinggi yang bisa dibeli secara online maupun diminta sesegera mungkin menghubungi Humas Polres Lumajang untuk mendapatkan GPS tersebut dan kemudian dipasang di hewan ternak mereka. 

"Dengan alat ini bisa mendeteksi keberadaan barang dimana saja berada, baik hewan ternak maupun kendaraan bermotor, karena kasihan Masyarakat dengan peras keringat banting tulang ternyata hewan ternak dan kendaraan mereka dicuri orang,"ungkapnya.

Untuk itu bagi semua elemen Masyarakat saat ini diminta bersatu untuk saling menjaga harta benda masing masing dengan ketat yang bekerja sama dengan semua steackholders terdekat dan diharapkan para pelaku juga mencari pekerjaan lainnya yang halal sehingga bisa hidup tenang bersama keluarga masing-masing. 

"Ayolah sama sama kembali kejalan yang benar karena rizki yang kita dapat untuk anak istri kita kasihan mereka jika kita kasih makan dengan hasil yang tidak benar,"Pungkasnya.KA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00