Polresta Banyuwangi Buka Posko Pengaduan Investasi Bodong

KBRN, Banyuwangi : Polresta Banyuwangi membuka posko pengaduan bagi korban kasus dugaan penipuan, berkedok investasi, yang menimpa masyarakat Banyuwangi. Pembukaan posko ini dilakukan menyusul semakin banyaknya masyarakat yang mengaku sebagai korban investasti bodong, pasca salah satu korban melaporkan kejadian ini ke Polresta Banyuwangi pada 7 April 2021 lalu.

Kapolresta Banyuwangi, Arman Asmara Syarifuddin, Rabu (14/4/2021) mengatakan, pembukaan posko pengaduan korban investasi bodong ini cukup penting, karena diprediksi korban masih akan bertambah lagi, dan masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor. “Kami membuat posko, agar masyarakat yang merasa dirugikan dengan investasi bodong ini, bisa melapor, karena kemungkinan korbanyak semakin bertambah,” ungkap Kapolresta Arman Asmara Syarifuddin.

Semantara itu Kepala Unit Harta Benda (Kanit Harda) pada Satreskrim Polresta Banyuwangi, Ipda Didik Haryono mengtaakan, sampai dengan saat ini, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap 29 saksi, dan mereka adalah korban dari kasus dugaan investasi bodong yang diduga dilakukan ZS.

"Sudah ada sekitar 29 orang yang melapor dan kami periksa, dan mayoritas adalah korban dari Investasi tersebut," ungkap Ipda Didik Haryono, Rabu (4/14/2021). Sebagai informasi, kasus dugaan investasi bodong ini, diketahui setelah ada laporan dari salah satu korban ke Polresta Banyuwangi, pada Rabu, 7 April 2021 lalu, dari pengakuan beberapa korban mereka tergiur iming - iming keuntungan yang mencapai 50 persen, dari uang diinvestasikan, dan jika kalkulasi, total kerugian seluruh korban mencapai Rp 4,6 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00