Guru SMALB Tak Sesuai Kompetensi, Kenapa ?

Foto : Gedung Sekolah SMALB Bondowoso

KBRN, Bondowoso: Kebutuhan tenaga pendidik di SMA Luar Biasa (SMALB) banyak yang tidak sesuai kompetensi sehingga tidak memenuhi kebutuhan siswa.

Salah satunya di Kabupaten Bondowoso. Sebanyak enam guru (termasuk kepala sekolah) mengajar 30 siswa berkebutuhan khusus. Namun, guru-guru tersebut merupakan guru kelas yang kurang menguasai di bidang vokasi.

Kepala Sekolah SMALB Bondowoso, Tri Sukoyo menerangkan, saat ini sekolah sedang membutuhkan guru musik, guru seni batik dan guru bidang IT.

" Walaupun sekolah Anak Berkebutuhan Khusus, IT sangat diperlukan karena tiap tahun dilombakan, " katanya, Jumat (6/11/2020).

Sehingga, perlu adanya komitmen dari semua pihak dalam menangani sekolah inklusi. Menurutnya, harus ada pendanaan khusus tidak hanya sekedar imbauan. Untuk itu, pemerintah daerah harus melaksanakan Undang-Undang Pendidikan.

" Sudah jelas aturannya. Berapapun anggarannya seharusnya untuk anak-anak inklusi harus dapat porsi yang sesuai," katanya.

Tidak hanya soal anggaran, namun tenaga pendidik juga harus disiapkan dengan menggunakan guru yang memiliki kompetensi pendidikan inklusi.

Dihubungi terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur area Bondowoso-Situbondo, Sugiono Eksantoso, mengakui bahwa pihaknya kesulitan menyiapkan guru berijazah linier lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB). Namun, karena pendidikan terus berjalan, sehingga pihaknya menggunakan jasa guru yang bersedia mengajar di SLB.

" Ke depan memang sebaiknya harus linier dan kompeten. Tapi mencari anak SMA yang mau melanjutkan ke jurusan luar biasa kan sulit. Hampir nggak ada," katanya.

Penyebabnya, guru jurusan SLB selama ini dianggap kurang menjanjikan oleh para lulusan SMA. Bahkan, calon kepala sekolah SLB di Bondowoso sama sekali tidak ada yang berasal dari jurusan SLB. Kondisi ini jelas akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan inklusi.

" Pengawas pun begitu. Kita nggak punya pengawas dari SLB. Jadi tidak efektif," pungkasnya. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00