Tantangan Guru Penggerak di Era Digital

KBRN,Jember: Memasuki era digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang besar. Karakter dan kebutuhan siswa sangat berbeda dengan siswa di era-era sebelumnya.

Salah satu karakter siswa generasi alpha yang menonjol adalah tech savvy. Siswa sangat antusias dengan hal-hal berbau digital dan teknologi.

Oleh sebab itu dibutuhkan kompetensi guru profesional dalam menerapkan sistem pendidikan yang mampu mencetak siswa dengan kreatifitas yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan Bupati Jember,Hendy Siswanto saat membuka Lokakarya 7 (tujuh) Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 3 bagi wilayah mitra Provinsi Jawa Timur di aula hotel Java lotus, Rabu (18/05/2022).

"Lokakarya yang diikuti oleh para guru pengerak ini sangat bermanfaat untuk siswa,bagaimana siswa itu dapat memiliki kreatifitas dan bisa kita lihat sendiri hasilnya melalui stand pameran yang ditampilkan disini semua murni hasil kreatifitas siswa," ujar Bupati Hendy disela-sela kegiatan berlangsung.

Lokakarya juga diikuti oleh perwakilan dari Surabaya dan Malang ini berlangsung dua hari 17-18 Mei 2022. Kabupaten Jember berkesempatan menjadi penyelenggaranya, terlebih sertifikat PGP ini nantinya menjadi syarat untuk menjadi kepala sekolah yang akan datang.

"Konsep baru yang berorientasi agar siswa memiliki kreatifitas ini, para siswa di Jember mulai tingkat SD hingga SMA mengerti pentingnya pembelajaran yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Bupati Hendy berharap dengan penerapan konsep metode baru merdeka belajar ini maka kedepan diharapkan mampu menuntaskan permasalahan pendidikan di Kabupaten Jember salah satunya tentang tingkat kelulusan sekolah bagi siswa.

"Saat ini lulusan di jember 54 persen masih standart lulusan SMA, dan paradigma ini kedepan harus segera diubah, apalagi ilmu itu sangat bermanfaat dalam implementasinya bermasyarakat" pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar