Berbagai Inovasi Pelajar Dipamerkan Dalam Festival Merdeka Belajar

KBRN, Banyuwangi : Sekolah-sekolah di Banyuwangi pamerkan berbagai hasil karya pelajar dalam sebuah Festival Merdeka Belajar, yang dipusatkan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi, Selasa (17/5/2022). Karya-karya dari pelajar diberbagaoi sekolah di Banyuwangi tersebut ditampilkan pada Pameran Unjuk Karya, juga digelar di seluruh Satuan Koordinator Pendidikan di 25 kecamatan se-Banyuwangi.

FMB yang digelar secara hybrid tersebut, merupakan puncak dari serangkaian pendampingan dan monitoring terhadap program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) di sekolah-sekolah di Banyuwangi, yang merupakan sebuah program yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang bahagia, merdeka dalam berpikir dan berekspresi bagi siswa maupun para guru.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Program Merdeka Belajar, sangat strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita, dimana pendidikan kita semakin inklusif dan tidak sekadar terkungkung pada formalitas birokratis.

“Selain kualitas pendidikan, siswa juga berkembang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Dan mereka juga bisa menghasilkan karya nyata sesuai passion-nya,” ujar Ipuk, Selasa (17/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Ipuk kembali mengingatkan seluruh stakeholder pendidikan untuk terus memanfaatkan dan meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi digital, sehingga para pendidik harus meng-upgrade diri, dan bisa mengenal teknologi yang ada di depan kita, seperti apa itu metaverse, NFT dan lain sebagainya.

"Jaman kita dan jaman anak didik kita sudah jauh berbeda, sehingga pacu kreativitas siswa-siswa, sehingga anak didik kita bisa membuat inovasi teknologi," imbuhnya.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan Suratno menjelaskan, Festival Merdeka Belajar ini bertujuan untuk mendorong percepatan pelaksanaan program Merdeka Belajar yang telah diluncurkan Mendikbud Ristek, yang dalam pelaksanaannya sudah menyentuh 100 lebih lembaga pendidikan formal maupun non formal, mulai jenjang Paud, TK, SD, SMP, hingga PKBM.

“Lembaga pendidikan ini sudah membuat berbagai inovasi yang selaras dengan konsep Merdeka Belajar. Ada yang melakukan pembelajaran secara hybrid, ada perpustakaan digital, pembelajaran menggunakan game, dan masih banyak lainnya. Dengan ditampilkan dalam festival ini, kami berharap bisa menginspirasi sekolah-sekolah yang lain untuk segera mengimplementasikan Merdeka Belajar,” urai Suratno, Selasa (17/5/2022).

Dalam Festival Merdeka Belajar juga dipamerkan karya siswa, salah satunya adalah metode pembelajaran melalui game bola yang diciptakan Al Ghazali, siswa kelas 5 SDN 1 Lateng. Al Ghazali yang bercita-cita menjadi seorang programmer itu membuat sebuah game permainan bola pantul berlatar pegunungan.

Ada juga pedal stand hand sanitizer karya Nicholas Nizam Zahir dan Fitsal Asfa dari SDN 1 Pakis. Dua siswa tersebut berhasil membuat alat penyemprot hand sanitizer dari paralon yang dilengkapi dengan pedal sebagai pemantiknya.

“Sengaja bikin alat ini karena memang sangat dibutuhkan saat pandemi seperti sekarang. Bikinnya enggak rumit, seminggu sudah jadi. Alhamdulillah, hasilnya sesuai harapan,” ujar Nicholas, Selasa (17/5/2022). (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar