STIE Mandala Jember Menjadi Rujukan Program PMM Tingkat Nasional

KBRN – Jember, STIE Mandala Jember sebagai institusi penyelenggara pendidikan tinggi eksistenya telah diakui secara nasional bahkan internasioanal. Hal itu dibuktikan dari sejumlah program Kementrian Pendidikan Tinggi yang hingga saat ini masih  dipercaya menjadi rujukan nasional sebagai penyelenggara program pertukaran mahasiswa merdeka PMM 2021/0222. 

“Oleh karenanya sebagai konsekuensi pihak rektorat terus melakukan berbagai upaya strategis pengembangan dan invosi didalam pola pembelajaran  berbasis teknologi serta melengkapi berbagai sarana dan prasarana penunjang yang lebih representatif. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa yang  datang dari sejumlah provinsi di Indonesia ini akan merasa nyaman belajar di kampus  merdeka STIE Mandala sebagai kampus kebanggaan warga masyarakat Jember ” , ungkap Ketua STIE Mandala Jember Dr Suwignyo Widagdo MM, MP saat di konfirmasi pengembangan program pertukaran mahasiswa merdeka (15/1/2022).

Suwignyo mengatakan di era digitalisasi ini merupakan tantangan bagi kalangan dunia pendidikan tinggi. Melalui program integrasi antar perguruan adalah salah satuan bagian penting menuju lompatan kemajuan bersama antara perguruan tinggi negeri dan swasta guna menghantarkan sumberdaya mahasiswa yang memiliki  kompetensi dan berdaya saing tinggi. Perguruan tinggi integrasi melalui program mahasiswa belajar kampus merdeka di wujudkan melalui pertukaran mahasiswa (PMM) antar perguruan tinggi di tahun 2021/2022 ini sebanyak 142 orang. 31  mahasiswa diantaranya melakukan studi langsung di STIE Mandala Jember yang berasal dari Universitas Negeri Medan, Universitas Muhammadiyah Sumut, Universitas Ole Olio Sulawesi dan dari Universitas Negeri Maluku, ujarnya.

Secara umum para mahasiswa ini belajar seluruh rangkaian mata kuliah dan budaya lokal. Bahkan para mahasiswa ini juga berkontribusi dibidang sosial khususnya pengembangan menajemen pondok pesantren dan panti asuhan. 

Tak hanya itu saja Ketua STIE Mandala Jember Dr Suwignyo Widagdo, banyak nilai positif dari program pertukaran mahasiswa merdeka belajar bersama antar perguruan tinggi dimana mereka ini akan semakin sadar bahwa kehidupan masyarakat Indonesia dalam bingkai kebhinnekaan yang perlu di junjung tinggi sebagai bangsa yang besar, selain itu juga akan memperkuat sekaligus memperkaya wawasan kebudayaan dan norma daerah serta mampu menghantarkan pola pikir, sikap dan pembentukan kompetensi yang lebih/plus ketika mereka hidup di tengah masyarakat akan memiliki skill kemandirian hidup, pungkasnya penuh semangat (sa/dyt).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar