Masuk Level II, Diknas Bondowoso Belum Ijinkan PTM 100 Persen

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso,Sugiono Eksantoso

KBRN, Bondowoso : Dinas Pendidikan Bondowoso masih belum memberikan lampu hijau terkait pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh. Padahal, Kabupaten Bondowoso kini telah masuk level II, dan porsentase vaksinasi tingkat SMP sudah menyentuh sekitar 90 persen. 

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) setempat, Sugiono Eksantoso, pihaknya tetap mengacu pada peraturan pemerintah dan tak mau mengambil resiko di tengah munculnya varian virus Corona lain, yakni Omicron. 

Karena itulah, pihaknya masih meminta sekolah untuk tetap memberlakukan PTM terbatas. Baik di tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP.  

"Saya tetap merujuk kepada aturan yang dari Pemerintah. Kalau level II itu berapa persen yang dibolehkan. Maka aturan itu yang tetap kita pakai," katanya. 

Ia mengaku pihaknya tengah mewacanakan jam sekolah bisa saja ditambah menjadi empat jam dalam sehari. Artinya, secara kualitas pembelajaran ditambah yaitu materi belajarnya ditambah. 

Sembari, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM di tengah pandemi Covid-19  

"Tapi yang siswanya sedikit, satu kelas cuma 20. Silahkan bisa masuk full, tak perlu shif-shifan. Sekolah di pinggiran yang hanya sedikit siswanya," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bondowoso-Situbondo, Mahrus dikonfirmasi terpisah mengaku masih menunggu aturan dari pemerintah provinsi. 

"Masih menunggu aturan dari pemerintah," ujarnya. 

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tamanan, Samsul menerangkan, pihaknya masih memberlakukan PTM terbatas dengan jam belajar per shif hanya dua jam. 

"Kalau kebijakan (penambahan jam belajar, red) itu belum tertulis, saya tak berani lah," katanya. 

Ia sendiri menyebut bahwa pihaknya sudah membaca di media bahwa memang sekolah bisa melakukan PTM full manakala capaian vaksinasi  84 persen lebih. 

Namun kendati di sekolahnya sudah 100 persen vaksinasi, sekolah yang dipimpinnya tak berani memberlakukan kebijakan itu. Sebelum ada kebijakan tertulis yang disampaikan ke sekolah. 

"Kalau saya sih berharap sudah full tatap muka, meskipun durasinya terbatas," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar