Bupati Situbondo Lantik Kepala Sekolah Penggerak Program Kemendikbud

Bupati Situbondo Karna Suswandi saat memberikan arahan kepada 33 Kepala Sekolah Penggerak yang baru saja dilantik. Kamis (15/12/2021) (Foto Diana Arista)
Bupati Situbondo Karna Suswandi saat melantik 33 Kepala Sekolah Penggerak yang telah dinyatakan lolos uji kompetensi oleh Kemendikbud. Pelantikan berlangsung di Pendopo Kabupaten. Kamis (15/12/2021) malam (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Bupati Situbondo, Karna Suswandi melantik 33 kepala sekolah penggerak di Pendopo Kabupaten, Kamis (15/12/2021) malam. 

Bupati berharap, kepala sekolah penggerak ini mampu berkontribusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menaikkan angka rata-rata lama sekolah, yang merupakan salah satu penyumbang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Kepala sekolah penggerak ini adalah mereka yang lolos uji kompetensi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan akan menjalankan program sekolah penggerak dari Kemendikbud," bebernya.

Bupati mengemukakan, Kemendikbud pada Februari 2021 meluncurkan program Sekolah Penggerak. Hal itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter.

"Semuanya kewenangan Kemendikbud. Kalau di Situbondo, saat ini ada 33 kepala sekolah penggerak. Secara otomatis sekolah yang mereka tempati itu akan menerapkan program sekolah penggerak dari Kemendikbud," terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Siti Aisyah mengaku, ada banyak kepala sekolah yang mendaftar sebagai kepala sekolah penggerak, program Kemendikbud. Namun yang dinyatakan lolos 33 orang.

"Kepala Sekolah tingkat SD sebanyak 24, dan SMP 9 orang. Bisa jadi jumlah ini bertambah, karena masih banyak yang mendaftar ke Kemendikbud," ujarnya.

Siti Aisyah mengemukakan, sekolah penggerak fokus untuk pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yg mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta non kognitif yaitu karakter yang diawali oleh adanya Kepala Sekolah yang unggul.

"Kapan program ini mulai diterapkan? Kami masih menunggu informasi dari Kemendikbud. Dan kepala sekolah yang sudah lolos ini tidak boleh pindah sekolah, harus tetap di sekolah itu hingga program sekolah penggerak selesai," kata Aisyah.

Melalui adanya program sekolah penggerak ini, diharapkan semua kepala sekolah di Situbondo, bisa belajar atau meniru semangat dari sekolah penggerak, guna meningkatkan mutu pendidikan, yang tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya IPM.

"Semua kepala sekolah harus terinspirasi untuk perubahan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, melalui sekolah penggerak ini," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar