Tak Ada Klaster Sekolah, Dikbud Bondowoso Pastikan Guru Dan Siswa Tak Terpapar Covid-19

KBRN, Bondowoso : Dalam beberapa pekan terakhir, angka penderita Covid-19 di Bondowoso terus mengalami peningkatan. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso memastikan para guru dan siswa tidak ada yang terpapar virus tersebut. 

" Sejauh ini tidak ada laporan terkait dengan guru yang terpapar. Makanya kami bersyukur mudah-mudahan tetap seperti ini," jelas Plt. Kepala Disdikbud Bondowoso Haeriyah Yuliati, saat dikonfirmasi, Kamis (17/06/2021).

Meski begitu, pihaknya menginstruksikan beberapa lembaga pendidikan untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM), jika di wilayahnya terdapat kasus Corona.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Binakal, sejak meledaknya klaster hajatan karena 14 orang dinyatakan positif, lembaga pendidikan setempat diminta untuk kembali melaksanakan pembelajaran daring.

" Saya sudah menyampaikan ke Kabid Dikdas, untuk ditindak lanjuti kepada semua lembaga," papar mantan Kadis Kominfo tersebut.

Tak hanya di Binakal, kasus serupa juga terjadi di Kelurahan Dabasah. Kata Heriyah, Puskesmas Tegalampel melaporkan bahwa salah satu keluarga siswa sekolah tersebut terkonfirmasi positif Corona. 

" Sehingga kita juga minta untuk tidak dilakukan pembelajaran tatap muka ," lanjutnya.

Mengenai PTM saat tahun ajaran baru, Haeriyah menyebut akan melihat situasi dan kondisi. Imbauan dari Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah tetap diminta mempersiapkan diri untuk PTM pada tahun ajaran baru.

" Karena situasi Covid ini yang lebih kita utamakan adalah keselamatan dari siswa dan tenaga pendidik. Sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden," urainya.

Mengenai PTM yang dilaksanakan sebelumnya, Haeriyah mengatakan dari hasil evaluasi di lapangan, lembaga pendidikan telah melaksanakan protokol kesehatan sesuai SOP. Hanya saja, di luar itu pihak sekolah diakuinya tak dapat memantau siswa selama berada di rumah.

" Sama dengan yang siswa SMP 7 kemarin, mereka terkonfirmasi karena klaster Binakal," ungkapnya.

Karena ternyata, terangnya, ada yang terkonfirmasi positif Corona bukan dari klaster sekolah, namun dari lingkungan rumahnya. Sehingga, dia memastikan hingga kini tidak ada klaster sekolah.

" Alhamdulillah, begitu zona kita orange pembelajaran kan sudah tidak ada karena sudah masuk kalender pendidikan untuk libur semester," tukasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00