Usung Target Naik Kasta, Duo Persewangi Siap Islah

KBRN, Banyuwangi : Keinginan pecinta sepakbola Banyuwangi, melihat klub kebanggan Bumi Blambangan melebur menjadi satu, tampaknya akan terwujud. Kepastian tersebut muncul, pasca management kedua kubu yakni Persewangi Indonesia dan Persewangi 1970, bertemu di kantor Pengsurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Rabu (8/7/2020), dan keduanya sepakat mengusung target mengantarkan Persewangi naik kasta ke liga dua.

Manager Persewangi Indonesia, Hari Wijaya, mengatakan, sejak terdegradasi ke liga tiga tepatnya tahun 2018, managemen Persewangi Indonesia bertekad bisa promosi kembali keliga dua, sehingga segala upaya termasuk melebur menjadi satu.

"Kami memiliki target Persewangi bisa berkompetisi dilevel tertinggi di Indonesia, sehingga kami akan berjuang secara maksimal, termasuk kembali melebur menjadi satu dengan Persewangi 1970," ungkap Hari Wijaya, Rabu (8/7/2020).

Hal yang sama juga diungkapkan manager Persewangi 1970, Samidi Jose Rudi, dirinya bersama jajaran managemen Persewangi 1970 menyambut positif rencana penggabungan duo Persewangi menjadi satu, dan pertemuan awal di kantor PCNU Banyuwangi tersebut, diharapkan bisa segera ditindak lanjuti, dan hanya ada satu Persewangi yang berkompetisi diliga Indonesia.

"Secara pribadi saya sangat antusias ya, sehingga dengan bergabung menjadi satu, Persewangi akan semakin solid, dan bisa berkompetisi dilevel yang lebih tinggi," jelas Jose Rudi, Rabu (8/7/2020).

Sementara itu inisiator peleburan Persewangi, yang juga Ketua Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Ali Makki Zaini mengatakan, secara lisan keduanya sepakat menjadi satu, dan PCNU siap menjadi fasilitator.

"Awalnya keduanya mengeluh kepada kami, kemudian kami tawarkan agar bisa bersatu, dan Alhamdulillah keduanya sepakat, semoga minggu depan rencana tersebut benar - benar terealisasi,"  ungkap KH, Ali Makki, Rabu (7/8/2020).

Islah duo Persewangi tersebut disambut baik oleh para suporter yang ikut hadir dalam pertemuan, di Kantor PCNU Banyuwangi, mereka langsung menyanyikan mars Persewangi sebagai wujud kebahagiaan.

Sebagai informasi, dualisme kepengurusan klub kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut terjadi dampak kisruh Pesatuan Sepakbola Seleuruh Indonesia (PSSI) yang terjadi pada 2012 lalu, yang meunculkan dua liga yakni Liga Primer Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI), dengan adanya dua liga tersebut membuat beberapa klub di Indoensia terpecah termasuk Persewangi Banyuwangi.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00