Woodball Situbondo Raih Perak dan Perunggu di Ajang Porprov Jatim

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo, Tutik Margianti, didampingi Wakil Ketua Umum KONI Kabupaten Situbondo, Muhammad Hasan

KBRN, Situbondo: Ketua Indonesia Woodball Asosiasiation IWbA Kabupaten Situbondo, Tizar Angga Prawira, mengaku dapat kejutan dari anak asuhnya, yang berhasil menyabet perak dan perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur Ke-7.

Cabang olahraga asal Negara Taiwan ini, termasuk olahraga baru, dan pertama kali dipertandingkan pada Porprov Jatim Ke-7. Namun ternyata, atlet asal Situbondo yang turun di nomor tim stroke putri dan tim fairway putra, mampu menyabet medali perak dan perunggu. 

"Saya tidak menyangka, anak asuh saya bisa sehebat ini. Mengalahkan peserta yang sudah berlatih woodball selama bertahun-tahun," ujar Tizar sapaan akrabnya, Jumat (1/7/2022).

Pada event porprov kali ini, IWbA Situbondo menerjunkan delapan orang atletnya yang turun di nomor stroke dan fairway, beregu dan individu. Mereka bertanding sejak 28 Juni hingga 2 Juli 2022, di Alun-Alun Kabupaten Lumajang. 

"Tim stroke putri dapat perunggu, mengalahkan tim dari delapan kabupaten/kota lainnya. Sedangkan tim fairway putra kalah di final dan mendapat perak," ungkap Tizar, yang juga pengurus KONI Situbondo.

Tizar mengaku puas dengan perolehan tersebut. Dan terus berkomitmen untuk menggelorakan olahraga woodball di Situbondo, agar terbentuk atlet yang handal dan profesional, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam olahraga. 

"Kami puas dengan perolehan hari ini, tapi kami tidak puas dengan perak dan perunggu. Semoga pada kejuaraan berikutnya, bisa menyabet emas," harapnya.

Sementara itu, Pelatih Woodball Kabupaten Situbondo, Agus Isdiyanto mengaku bangga dengan hasil yang ditorehkan anak asuhnya. Delapan bulan berlatih, ternyata membuahkan hasil yang luar biasa. Apalagi, cabang olahraga ini terhitung baru di Situbondo.

"Daerah lainnya sudah berlatih woodball bertahun-tahun. Kita masih delapan bulan berlatih, tapi sudah bisa meraih medali, ini luar biasa," ucapnya.

Agus tidak menyangka tim woodball Situbondo bisa sampai ke babak semifinal dan final. Apalagi lawannya dari Mojokerto, dan beberapa daerah potensial lainnya, yang merupakan gudang atlet berprestasi. Namun berkat kerja keras dan latihan yang disiplin, akhirnya bisa juara.

"Saya bangga dengan spirit dan kerja keras anak-anak. Mereka berlatih keras. Setiap hari berlatih mulai dari pukul 09.00 - 15.00 WIB, hanya libur hari Minggu saja," ungkapnya.

Ini semua berkat kerja keras anak-anak yang disiplin berlatih. Mulai 9 pagi sampai 15.00 setiap hari, enam hari dalam seminggu. 

Informasi dihimpun RRI, tim stroke putri memperoleh perunggu dengan akumulasi poin 577, kalah dengan Kabupaten Sidoarjo dengan poin 563. Dan Mojokerto 507 poin sehingga mampu meraih emas.

"Sabtu besok satu orang atas nama Subisma akan bertanding di babak final pada nomor stroke putra yang diikuti 15 atlet dari 15 kabupaten kota," ucapnya. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar