KONI dan PSSI Situbondo Bekali Pelatih Hingga Berlisensi D

Pemateri Pikal Wolf saat memberikan materi kepada 30 pelatih dalam acara Pelatihan Pelatih selama lima hari, di Aula KONI Situbondo. Sabtu (27/11/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Pelatih sepak bola memiliki peran penting, karena bertugas memimpin dan membina suatu tim. Ia bertanggung jawab memilih komposisi pemain untuk menentukan strategi sekaligus memberikan motivasi kepada anak asuhannya.

Mengingat perannya yang sangat strategis, seorang pelatih harus dibekali dengan kompetensi yang memadai. Inilah yang menjadi alasan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bekerjasama sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Situbondo, menggelar Pelatihan Pelatih selama lima hari dimulai hari ini, Sabtu (27/11/2021).

"Situbondo ini belum memiliki pondasi sepak bola yang kuat. Untuk itu, penting memberikan bekal atau ilmu dasar kepada pelatih," ujar Ketua KONI Situbondo, Sadi, usai membuka acara Pelatihan Pelatih di Aula KONI Situbondo.

Kata Sadi, pelatih harus dibekali ilmu dasar pembinaan usia dini, dan memiliki lisensi D. Ini menjadi penting untuk mencetak pemain bola yang handal di kemudian hari.

"Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, enam tahun ke depan sudah bisa terlihat, bibit-bibit atlet sepak bola di Situbondo," bebernya. 

Sementara itu, Pikal Wolf yang bertindak sebagai pemateri dalam acara Pelatihan Pelatih itu mengapresiasi langkah KONI bersama PSSI Situbondo, dengan memberikan pelatihan dasar kepada sebanyak 30 pelatih yang tersebar di 17 kecamatan di Situbondo.

"Ini kursus dasar untuk memperbaiki SDM pelatih di Situbondo. KONI dan PSSI Situbondo sangat luar biasa, buat kursus gratis terhadap pelatih. Ini bukti mereka ingin memajukan sepak bola di Situbondo," ujarnya kepada RRI.

Materi yang diberikan kepada para pelatih tersebut yaitu filosofi pemain, yang mencakup metode latihan dan prinsip dasar untuk sepak bola usia muda. 

Kata pria asal Austria ini, pemain sepak bola harus punya dua hal, yaitu bakat untuk jadi pemain dan memiliki pola hidup sehat yang cocok untuk atlet. 

Selain itu, pelatih harus punya semua kompetensi yang meliputi kompetensi sosial, sepak bola, dan empati kepada anak asuhannya. Sebab tidak semua anak yang dilatihnya menjadi bintang pemain sepak bola.

"Terpenting, pelatih harus punya empati untuk anak-anak, atau rasa memiliki. Karena semua anak yang kita latih, tidak akan semua jadi pemain sepak bola. Tapi mungkin satu jadi pemain profesional, lainnya amatir, atau bisa jadi pelatih," ungkapnya. 

Pelatih yang lulis pelatihan dasar ini, nantinya akan mendapatkan sertifikat resmi dari PSSI. Dan ini menjadi langkah awal untuk menjadi seorang pelatih. Ia berharap, pelatih ini melanjutkan pelatihan selanjutnya yaitu lisensi C.

"Mudah-mudahan setelah ini banyak pelatih lagi yang akan ikut pelatihan berikutnya, yaitu lisensi C," tegasnya.

Pelatih lisensi ini, nanti akan melatih anak usia muda yang berada di kisaran usia 6-9 tahun atau yang disebut dengan fase gembira. Dan juga fase belajar skil sepak bola dengan rentang usia 10-13 tahun.

"Kita melatih anak 6-9 tahun fase gembira. Dan 10-13 fase belajar skil sepak bola. Karena ini masih level pertama," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar