Sembilan Fasyankes Di Bondowoso Kantongi Ijin Penanganan Khusus Limbah Medis

Foto : Ilustrasi Limbah Medis

KBRN, Bondowoso: Pola penangangan sampah medis di Kabupaten Bondowoso selama pandemi Covid-19 diperlakukan secara khusus. 

Hal tersebut sesuai dengan PP nomor 101 tahun 2014 dan Permen LHK 56 tahun 2015 tentang tata cara dan persyaratan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Kasi Pengelolaan Sampah Dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Abdul Asis menerangkan, dari 25 Fasyankes yang ada, sembilan diantaranya telah mengantongi ijin penggunaan tempat pembuangan sementara (TPS) limbah B3 khusus medis.

" Kekurangannya masih dalam proses. Kemarin saya sudah survei 6 Puskesmas untuk permintaan ijin limbah B3. Rekomnya yang mengeluarkan dari LH," katanya, Kamis (25/02/2021).

DLHP mencatat, selama 2020 limbah medis Covid-19 di Bondowoso mencapai 3,3 ton. Jumlah tersebut dihimpun sejak awal pandemi yang terjadi pada Maret hingga Desember 2020.

Diterangkan Asis, penanganan limbah medis di masing-masing Fasyankes dilakukan dengan cara dipilih dan dipilah sesuai dengan jenis-jenisnya. Mereka juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk proses pengangkutan dan pemusnahan limbah medis.

" Untuk RSUD Alhamdulillah punya insinerator sendiri. Jadi ditangani sendiri," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Kukuh Raharjo menambahkan, tak hanya limbah medis dari Fasyankes, namun pemerintah juga harus memperhatikan limbah medis dari rumah tangga, seperti sampah masker.

" Masyarakat kan diwajibkan menggunakan masker. Sedangkan masker sendiri, sisanya merupakan limbah medis juga dari pemukiman," paparnya.

Untuk itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat untuk memisahkan sampah medis dengan sampah rumah tangga agar bisa ditangani dengan baik. 

" Ya kenyataannya di lapangan banyak kita temui masker-masker bercampur dengan sampah rumah tangga," lanjutnya.

Dengan begitu, pemerintah setempat melalui DLHP harus ekstra keras untuk bisa memilah dan memisah sampah rumah tangga dengan limbah medis. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00