40 Pasien OTG di gedung Karantina ASN Banyuwangi Sembuh

KBRN, Banyuwangi : Angka kesembuhan pasien dari Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi terus mengalami peningkatan, termasuk pada kategori orang tanpa gejala (OTG) yang di karantina khusus di Gedung Diklat ASN, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Berdasarkan data yang dihimpun RRI sampai saat ini, Selasa (27/10/2020), jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19, dan diijinkan pulang dari Gedung Diklat ASN, sudah mencapai 40 orang. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, angka kesembuhan pasien OTG bukan tidak mungkin akan terus bertambah, karena semua pasien yang menjalani karantina dalam kondisi baik, dan mereka juga diawasi secara ketat oleh tim medis yang siaga secara bergiliran di Gedung Karantina.

“Yang sembuh sudah 40 orang, sementara yang masih harus menjalani masa karantina sisa 23 orang. Insya Allah akan bertambah yang sembuh karena mereka dalam kondisi baik,” kata Rio panggilan akrabnya.

Sementara itu Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (27/10/2020) mengatakan, pasein OTG yang dirujuk di gedung Diklat ASN Licin, harus menjalani masa karantina selama 10 hari, selama disana mereka memdapatkan program trauma healing, seluruh pasien OTG juga rutin diberi asupan nutrisi hingga probiotik dari Polresta Banyuwangi agar proses penyembuhan pasien bisa segera dilakukan.    “Banyaknya kesembuhan ini menjadi bukti bahwa karantina terpusat sangat efektif. Selain efektif untuk kesembuhan, karantina di tempat khusus ini juga efektif untuk mencegah penularan utamanya pada  klaster keluarga,” tegas Kapolresta yang juga sebagai Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi.

Selama masa karantina, seluruh pasien terus diajak aktif mengikuti berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan oleh tim medis. Senam pagi menjadi aktivitas yang wajib diikuti oleh seluruh pasien untuk meningkatkan imunitas tubuhnya. Mereka juga diajak berjemur di lapangan gedung diklat selama 30 menit sebelum pukul sembilan pagi.

Penanganan pasien OTG dengan karantina terpusat dinilai efektif untuk menekan angka penularan, utamanya pada klaster keluarga.

40 pasien yang sudah dinyatakan sembuh kini sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Namun mereka tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti menggunakan masker dan menjaga jarak saat di rumahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00