TNI dan Tenaga Kesehatan di Lumajang Cegah Demam Berdarah

KBRN Lumajang : Guna memutus mata rantai perkembangan nyamuk Aedes Aegypti, Babinsa Duren Koramil 0821/05 Klakah Lumajang mendampingi tenaga kesehatan dalam kegiatan Pemberantasan Saran g Nyamuk (PSN) di Dusun Darungan Lor Desa Duren Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Babinsa Duren Koramil 0821/05 Klakah Lumajang Serma Andhika Candra Mulia mengatakan bahwa, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap rakyat dalam mendukung ketahanan wilayah di bidang kesehatan.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat diwilayahnya agar menerapkan hidup sehat dan selalu melaksanakan 3 M Plus yaitu menguras, menutup, mengubur dan memanfaat atau mendaur ulang barang-barang yang bisa di pakai kembali.

"Dalam penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD), peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan", ujarnya Sabtu (19/09/2020)

Sementara itu, Bidan Desa Rafika, Amd. menerangkan, DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini sulit ditemukan di tempat yang kotor karena mempunyai kebiasaan menyukai tempat yang bersih. Penderita tidak langsung sakit ketika terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti, karena berkaitan dengan daya tahan tubuh penderita.

“Demi mencegah penyebaran penyakit DBD, penanganan 3M Plus harus digalakkan dan pemberian larvasida pada tempat-tempat penampungan air. Mari bersama-sama kita cegah dan berantas DBD", ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada anggota Koramil 0821/05 Klakah yang telah membantu dan peduli terhadap kesehatan masyarakat Desa Duren.

"Kami sangat terbantu dengan adanya Babinsa yang sudah memberikan waktu dalam kegiatan ini, sehingga dapat berjalan dengan tertib dan aman,"pungkasnya. KA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00