Bupati Jember Tinjau Kampung Tangguh Untuk Putus Mata Rantai Pandemi Covid 19

KBRN, Jember : Bupati Jember Faida MMR memberi apresiasi kepada Kapolda Jatim yang membentuk Kampung Tangguh di seluruh jajaran Polres yang ada di Jawa Timur dalam upaya memutus rantai penyebaran covid 19, karena hingga kini masih belum menemui titk terang kapan segera berakhir wabah tersebut.

Dalam rangka kunjungan kerja pertama masuk lebaran Pada hari Selasa 26/5/2020, Bupati Jember dr. Faida MMR didampingi Dandim 0824 Letkol Inf Laode M. Nurdin dan Kapolres AKBP Aris Supriyono, serta camat Patrang dan plt Lurah Jember Lor, melakukan peninjauan ke kampung tangguh yang ada di Kelurahan Jember Lor, tepatnya RW 10  Kecamatan Patrang.

Kepada RRI, Faida menjelaskan, Kampung tangguh tersebut sebagai dampak  adanya Pandemi Covid-19, sesuai anjuran Pemerintah untuk mencegah penyebaran dan memutus mata rantai, salah satunya warga harus tetap tinggal dirumah saja. Karena itu Ketua RW 10 Jember Lor bersama warga berinisiatif menciptakan Kampung tangguh ini.

Bupati Jember  Faida MMR lebih lanjut menuturkan, di  RW 10 Kelurahan Jember Lor, ini ada percontohan kampung tangguh.

"Mereka sangat kreatifnya dipimpin  ketua RW, RT dan Dasa wisma sehingga bisa muncul kreatifnya. ada portal- portal, ada lumbung pangan yang cukup seperti  beras , mie dan juga ada telur diperuntukkan bagi warga yang terisolasi," katanya.

Yang lebih menarik lagi kata Faida, ada 3 welijo dagang sayur yang bergantian piket dan  jualan untuk melayani warga setempat, agar tetap tinggal dirumah saja dan tak perlu pergi ke pasar. Selain itu juga ada beberapa tempat cuci tangan dan sangat kreatif sekali.

" Ini bisa menjadi salah satu contoh di Jember, selama Pandemi Covid-19. Kampung tangguh ini tetap menjalankan rutinitas dirumah saja. Termasuk untuk belanja sehari-hari telah ada 3 pedagang sayur( Welijo) yang telah disiapkan." Tandas Faida.

Dia menambahkan. Kampung tangguh ini betul- betul kreatif, bahkan Kampung tangguh  tersebut diberi nama kampung Lawgriez." Yaitu kepanjangan dari Lare wingking griya rumah sakit ."

Terpisah Kapolda Jatim Irjen Pol. Mohammad Fadil Imran mengatakan, ide  dibentuknya Kampung Tangguh di Jawa Timur, sebagai ujung tombak dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 secara terukur dan maksimal.

"dikarenakan , RT dan RW berperan aktif ikut serta dalam percepatan penanganan Covid-19. Langkah ini diharapkan sangat efektif. Masyarakat mempunyai kemampuan, sikap disiplin dan kemandirian untuk menyelesaikan permasalahan yang ada diwilayahnya. Yang tentunya tetap bersama Forkopimda maupun Forkopimka setempat dalam penanganan Covid-19 ini," katanya. (RRI LN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00