Gubernur Jatim Targetkan Jatim Bebas Katarak 2023

KBRN, Situbondo: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menargetkan, 2023 Jawa Timur bebas katarak. Khofifah meminta kepada seluruh kader PKK untuk menyisir dan mendata warga di sekitarnya yang menderita katarak. “Kita meminta kepada seluruh kader PKK untuk menyisir supaya mereka bisa menyampaikan data masyarakat terdekat yang memerlukan operasi katarak,” kata Khofifah, Senin (21/10/2019). Khofifah mengaku, berdasarkan data yang dimiliki, angka kebutaan di Jawa Timur masih berada di atas rata-rata nasional, yaitu 4,4 persen. Sedangkan angka rata-rata nasional 3 persen. Ia berharap, 2023 Jawa Timur sudah bebas katarak. “Karena dari kebutaan di Jawa Timur, 81 persen penyebabnya adalah dari katarak,” ujarnya. Selain itu, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK 2019, Gubernur juga meminta agar para kader PKK bergerak untuk melihat di sekeliling rumah mereka, guna memastikan tidak ada balita dan ibu hamil yang kurang gizi. Sebab hal itu akan menjadi penyebab utama meningkatnya angka stunting di Jawa Timur yang masih cukup tinggi. “Kalau rata-rata nasional angka stunting 30 persen, Jawa Timur masih 33 persen,” katanya. Melalui posyandu-posyandu yang dimiliki oleh PKK, Gubernur berharap mampu membangun sinergitas dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK)Pemprov Jatim, dengan lebih efektif, sehingga termonitor dan terlapor. "Jika sudah terlapor, maka kita akan melakukan intervensi untuk menurunkan stunting dan melakukan pemetaan untuk memastikan 2023 Jawa Timur bebas katarak," tandas mantan Menteri Sosial ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00