Target BIAN, Berikan Imunisasi Penyulaman Bagi yang Belum Imunisasi Lengkap

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berlangsung di seluruh posyandu, puskesmas dan sebagian sekolah. (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Target Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun ini yakni  memberikan imunisasi tambahan atau penyulaman bagi bayi yang belum lengkap imunisasinya. 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Herman Susilo, pelaksanaan BIAN meliputi kegiatan imunisasi tambahan Campak Rubela dan imunisasi kejar yang meliputi OPV, IPV dan DPT-HB-Hib.

"Semoga ini bisa berjalan dengan baik dan dapat mencapai target yang diharapkan," ujar Dwi Herman Susilo, Kamis (11/8/2022).

Kegiatan BIAN dilaksanakan secara serentak sejak Kamis, 4 Agustus dan akan berakhir pada akhir September 2022. Pelayanan imunisasi terhadap bayi usia 9 bulan hingga 59 bulan ini berlangsung di setiap posyandu, sekolah, maupun puskesmas.

Dwi mengaku, masih ada stigma tentang imunisasi. Pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu pemicunya. Namun demikian, pihaknya merangkul PKK hingga tingkat desa/kelurahan, tokoh masyarakat, dan forum komunikasi kecamatan.

"Kita sampaikan informasi dan edukasi agar mereka ibu-ibu datang ke tempat pelayanan. Jika tidak datang maka kami akan jemput bola," bebernya.

Untuk mendukung suksesnya BIAN ini, Dinkes setempat juga umumkan bahwa imunisasi ini halal dan ada keterlibatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyosialisasikan tentang halalnya imunisasi.

"Imunisasi ini halal dan sudah ada sosialisasi dari MUI tentang halalnya imunisasi," tegas Dwi Herman. 

Melalui BIAN, lanjut Dwi Herman, semua penyakit bisa diantisipasi. Oleh karenanya ia mengajak masyarakat terutama ibu-ibu yang punya bayi usia 9 bulan hingga 59 bulan untuk diimunisasi.

"Kami ajak tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk ikut memberikan pemahaman kepada ibu-ibu agar memberikan imunisasi untuk anaknya," ucapnya. 

Sementara untuk stok vaksin Dwi Herman memastikan tidak akan kekurangan justru berlebih. Dan sudah didistribusikan ke semua tempat pelayanan imunisasi, baik posyandu, puskesmas maupun lembaga sekolah.

"Kita sudah mendistribusikan semuanya ke puskesmas, sehingga pelaksanaan BIAN tidak ada kendala kekurangan stok," tutupnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Situbondo, Nur Laili Imama mengaku pihaknya memberikan pendampingan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, dalam rangka menyukseskan pelaksanaan BIAN.

"Sebagai anggota DPRD, kami akan sangat antusias sekali dalam memberikan pendampingan," tegasnya 

Katanya, program BIAN ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah untuk menciptakan generasi bangsa yang sehat dan berkualitas. Oleh karenanya, kesuksesan BIAN menjadi tolok ukur terciptanya generasi bangsa yang sehat. 

Politisi PKB ini mengaku, punya strategi dalam bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan BIAN yaitu berkoordinasi dengan Dinkes setempat. Serta ikut mendata sasaran imunisasi.

"Yang jelas kita kemitraan dengan Dinkes, namun kami juga mendata sasaran imunisasi. Kami juga bekerjasama dengan kepala desa, para guru, untuk menyosialisasikan dan menyukseskan BIAN," ungkapnya.

Ia meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi masyarakat primitif yang masih tabu atau ketakutan akan dampak dari imunisasi. Padahal dengan imunisasi kekebalan masyarakat akan terbentuk.

"Minimnya sosialisasi juga menjadi salah satu penghambat suksesnya BIAN. Oleh karenanya saya meminta agar pemerintah daerah lebih masif sosialisasinya ke bawah," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar