Cegah TBC dan HIV, Puluhan Napi Diskrining

KBRN, Bondowoso : Guna memastikan kesehatan puluhan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bondowoso secara intensif menggulirkan program kesehatan. Sebagai langkah preventif dan kewaspadaan dini, lapas melakukan skrining penyakit Tuberculosis (TBC) dan HIV-Aids.

Menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, skrining TBC dan HIV-Aids diikuti 63 warga binaan, Senin (8/8/2022). Sebelumnya, skrining yang sama juga dilakukan kepada 45 warga binaan yang berbeda.

Lapas sendiri dibantu oleh tiga orang dari Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes, serta empat orang petugas Puskesmas Kota Kulon, seorang dokter umum dan PJ HIV Puskesmas.

Dokter Pertama Lapas Bondowoso, dr. Leonir mengungkapkan bahwa kegiatan skrining TBC dan HIV-Aids merupakan bagian pelayanan kesehatan preventif dari Lapas Bondowoso.

"Merupakan bagian kegiatan preventif dari Lapas Bondowoso dalam hal menemukan lebih awal kasus HIV sehingga mendapat penanganan yang komprehensif, " ungkap pria yang akrab disapa Lio tersebut. 

Ditemui terpisah, Kalapas Bondowoso Sarwito menambahkan bahwa kegiatan skrining ini bukan hanya dilakukan Lapas Bondowoso pada hari ini saja. Namun juga, merupakan kegiatan rutin yang dicanangkan oleh Lapas Bondowoso. Skrining TBC serta HIV-AIDS rutin dan secara periodik dilaksanakan agar dapat mencegah penyebaran penyakit menular dan berbahaya.

“Lapas Bondowoso sebagai instansi pembina Narapidana berkewajiban dalam menciptakan warga binaan yang memiliki kesehatan yang layak, ” ujar Sarwito

Penyakit TBC dan HIV-Aids merupakan suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi serius terutama mempengaruhi paru-paru. Bakteri penyebab TBC menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Sedangkan penyakit HIV-AIDS adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar