Perkuat Pangan Masyarakat TP. PKK Kecamatan Wuluhan Gelar Lomba Cipta Menu Kudapan Non Beras

KBRN -  Jember, keberadaan potensi pangan non beras di wilayah Jember kategori cukup melimpah hal ini merupakan aseth besar yang bisa dikembangkan sebagai sumber pangan potensial di era sekarang. Pola diversifikasi pangan merupakan  langkah tepat dan efesien yang bisa digarap secara maksimal oleh semua pihak seperti yang dilakukan oleh TP. PKK  mulai dari tingkat Kabupaten, Keacamatan hingga Desa.

Guna memanfaat potensi pangan non beras tersebut akhirnya kecamatan Wuluhan yang memiliki potensi besar pangan beras dan non beras menggelar lomba cipta menu kudapan non beras dan terigu yang merupakan asli/original dari hasil bumi pekarangan warga masyarakat yang ditampilkan sebagai menu makanan yang sehat, bergizi serta dengan taste kekinian.

Ketua TP PKK Kecamatan Wuluhan Jember Ny. Andri Purnomo dalam sambutan lomba mengatakan, lomba yang di gelar sejatinya sebagai upaya mengedukasi para anggota TP PKK Kecamatan yang lebih kreatif dengan memanfaatktan potensi pangan non beras diwilayah pekaranganya. Selain itu dengan potensi non beras tersebut akhirnya akan menciptaka difersivikasi bidang pangan yang tidak selalu menggantungkan beras pada hal pangan non beraspun memiliki gizi maupu kandungan protein yang tidak kalah banding, ungkapnya (Kamis 30 Juni 2022).

“Bahan makanan local dari hasil produksi pekarangan sendiri dengan di kemas menu sajian yang  menarik dan lezat  yang di lakukan oleh TP. PKK kecamatan dan desa dalam rangka menekan laju stunting. Kudapapan yang sehat dan higienis tentu lebih bisa membuat ibu-bu dan bumil serta bayi akan lebih sehat dengan asupan makanan yagn berkecukupan”, terang Ny Andri.   

Hal senada juga di ungkapkan kepala Puskesmas Lojejer Dr Retno Handayani MM.Kes bahwa kegiatan yang bernuansa menggugah kreatifitas para ibu–ibu itu di dukung oleh dua puskesmas yakni puskemas lojejer dan puskemas Wuluhan. Yang nantinya menu kudapan ini akan dikembangkan sekaligus dipraktekkan disaat pelaksanaan pos yandu sebagai program makanan tambahan guna menekan terjadinya Balita Stunting maupun Bumil KEK, tutur Retno.

“Sebagai puskesmas percontohan tentu saja gerak langkah Nakes adalah kunci utama yang selalu bersinergi, berkolaborasi serta akselerasi dalam rangka menjalin kordinasi sebagai motor penguat menuju Jember Kabupaten yang sehat dan Kabupaten yang smart”, pungkas dokter yang selalu bersahaja itu. (sa/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar