Kualitas Penanganan dan Pencegahan Komplikasi Persalinan Kehamilan di Jember Rendah

KBRN , Jember :  Kesehatan reproduksi merupakan suatu pengetahuan  penting yang harus terus digencarkan di masyarakat. Workshop Perencanaan dan Penanganan Terintegrasi Kesehatan Reroduksi ( PPT Kespro)  Kespro merupakan suatu upaya berkesinambungan dari pemerintah Kabupaten Jember untuk menganalisa lebih dalam permasalahan – permasalahan dalam kesehatan reproduksi serta solusinya. Kegiatan PPT Kespro dilaksanakan di Aula Bawah Pemerintah Kabupaten Jember dengan mengulas isu kesehatan reproduksi yang harus segera ditangani. Salah satunya adalah kualitas penanganan dan pencegahan komplikasi persalinan kehamilan di Jember yang masih tergolong rendah

Menurut Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember Drs Joko Sutriswanto M.Si ditemui oleh rri.co.id Selasa (24/05/2022) memaparkan bahwa kualitas penanganan dan pencegahan komplikasi kehamilan di Kabupaten Jember rendah

“Kualitas penanganan dan pencegahan komplikasi persalinan kehamilan di Jember masih rendah “ ujar Joko Sutriswanto

Dalam upaya menangani permasalahan rendahnya kualitas penanganan dan pencegahan komplikasi persalinan telah ditentukan dua variabel pertama variable pre eklampsia dan eklampsia yang kedua pendarahan . Pre eklampsia merupakan kondisi dan akibat yang muncul dikarenakan tekanan darah tinggi yang tidak dapat di kontrol pada ibu hamil. Kondisi tersebut harus mendapatakan penanganan yang  cepat agar tidak muncul komplikasi yang fatal baik bagi ibu dan janinnya. Sedangkan eklampsia merupakan kelainan pada masa kehamilan , saat bersalin bahkan bisa juga setelah persalinan. Eklampsia setelah persalinan umumnya terjadi pada waktu 24 jam pertama setelah persalinan.

“ Masalah kualitas pelayanan komplikasi kehamilan menjadi diskusi kami terutama dengan pihak Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember “ papar Joko Sutriswanto

Selain itu Joko Sutriswanto juga menyatakan bahwa kurangnya kualitas SDM di rumah sakit menjadi salah satu penyebab permasalahan tersebut terjadi.

“ Tenaga kesehatan di bagian Balung , Rumah Sakit Kalisat  termasuk dokter spesialis di rumah sakit Balung dan Kalisat termasuk dokter umumnya  solusinya adalah peningkatan kompetensi SDM” Pungkas Joko Sutriswanto (gea/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar