Pemkab Jember Siapkan Strategi Antisipasi Covid 19 Pada Libur Nataru

KBRN, Jember: Pemerintaj Kabupaten Jember tidak ingin kecolongan lonjakan kasus Covid 19 terjadi saat momen libur Natal dan Tahun Baru 2022. 

Kendati saat ini trend jumlah kasus terkonfirmasi baru Covid 19 cenderung turun, namun kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan Ketat, menjadi kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Demikian disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto dalam dialog yang berlangsung di RRI Jember, Senin (6/12/2021).

"Ada beberapa upaya yang sudah kita siapkan diantarannya bagaimana untuk menjaga mobilitas keluar masuk masyarakat di Kabupaten Jember, karena kabupaten kita ini juga terkoneksi dengan 5 kabupaten sekitar, untuk mengantisipasi Covid 19 pada Moment Nataru kita menunggu perintah dari Pemerintah Pusat kemungkinan tanggal 24 Desember segera  dilaksanakan," ujar Bupati Hendy Siswanto.

Sesuai petunjuk dari Pemerintah Pusat, Aturan pengetatan mobilitas masyarakat saat Nataru untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19 direncanakan mulai diberlakukan dari tanggal 24 Desember hingga 3 Januari 2022 mendatang.

"Sesuai dengan Imendagri tentang Pencegahaan dan Penanggulangan Covid 19, saat momen Nataru nantinya akan diterapkan PPKM Level 3 maka aturan yang diberlakukan juga akan kita sesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Pusat tersebut," paparnya.

Bupati Hendy menekankan dalam upaya mengantisipasi kasus terkonfirmasi baru Covid 19 di Kabupaten Jember dapat terus ditekan maka selain melakukan percepatan Vaksinasi Covid 19, Pemerintah Daerah melalui Tim Satgas Covid 19 juga terus meningkatkan langkah 3T (Testing,Tracking dan Treatment) hingga ke level tingkat RT/RW.

"Insa Allah Target 70 persen vaksinasi untuk masyarakat di Kabupaten Jember dapat kita kejar pada bulan Desember ini, karen setiap harinya kita wajib melakukan tracing itu sebanyak 350 kali, kita juga dibantu TNI/Polri dalam melakukan giat Yustisi secara terus menerus guna memberikan penyadaran dan keparuhan masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan ketat," tegasnya.

Bupati Hendy mengigatkan kondisi penyebaran Covid 19 di Kabupaten Jember masih sangat beresiko tinggi meskipun di banyak rumah sakit di kabupaten Jember saat ini jumlah pasien Covid 19 yang dirawat mengalami penurunan drastis.

"Masyarakat jangan sampai terlena dengan turunya jumlah pasien covid 19 yang dirawat di rumah sakit, jangan sampai terlena karena saat ini di beberapa Negara sudah muncul Covid varian baru yang lebih ganas dari sebelumnya, tentu kondisi ini yang harus sama-sama kita antisipasi," pungkasnya.

Selain Bupati Jember, Dalam Dialoog dengan topik "Strategi Jember Antisipasi Lonjakan Covid 19 saat Nataru" turut menghadirkan Kapolres Jember AKBP Arief Rachman Arifin dan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurudin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar