Sandiaga Uno Meletakkan Batu Pertama Pembangunan RS Nyai Zubaidah Situbondo

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah sakit Nyai Zubaidah, di atas lahan seluas 3 hektare. Jumat (17/9/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meletakkan batu pertama, di lahan seluas tiga hektare, yang rencananya akan dibangun Rumah Sakit Ny. Zubaidah di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo.

"Seperti yang kita tahu. Di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo ini, sudah punya wisata religi. Insyaallah sebentar lagi akan menjadi wisata berbasis medis dengan berdirinya RS Ny.Zubaidah," ujar Sandiaga Uno saat berada di Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Jumat (17/9/2021).

Kata Sandiaga Uno, dana sebesar Rp30 miliar untuk merampungkan pembangunan RS Ny. Zubaidah itu sangat mudah. Apalagi, pembangunan yang dilakukan pesantren, ada sangkut pautnya dengan perjuangan pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo.

"Ini semoga menjadi pegangan bahwa kita harus meneruskan perjuangan dari pendiri Pengasuh Pondok Pesantren yang saya baru ziarahi ini. Perjuangan beliau tidak perlu menyiapkan proposal. Namun hanya dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan kemudahan," ucap Sandiaga.

Apalagi, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, sudah punya wisata religi. Sandiaga optimis, dalam waktu dekat juga akan terwujud wisata berbasis medis, yaitu dengan berdirinya Rumah Sakit Nyai Zubaidah.

"Insya-Allah sebentar lagi akan menjadi wisata berbasis medis. Wisata religi, sejarah, edukasi, ditambah wisata medis. Sebab Rp30 miliar itu hal yang mudah," tegas Sandi yang diamini oleh ribuan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. 

Sementara itu, Sekretaris Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KH Fadhail mengaku, dengan bermodal dana sebesar Rp5 miliar, pihak pesantren optimis bisa mewujudkan pembangunan RS Ny Zubaidah, salah satunya melalui doa.

"Kita memiliki keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan kemudahan karena doa," ujarnya.

Terlebih, peletakan batu pertama dilakukan oleh orang yang baik, yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, pada hari Jumat, hari yang penuh keberkahan. 

"Jumat adalah hari yang baik. Dan Pak Menteri yang meletakkan batu pertama. Maka dengan kebaikan inilah InsyaAllah rumah sakit ini akan terbangun," tutupnya.

Informasi diperoleh RRI, RS. Nyai Zubaidah dibangun untuk mewujudkan azamnya pengasuh ke-2 KHR. As'ad Syamsul Arifin yg sangat menginginkan pesantren yang didirikannya, memiliki Fakultas Kedokteran dan Klinik Idaman As'adiyah. Dan keduanya berhasil dibangun oleh putranya, Almaghfurlah KHR Fawaid As'ad pada tahun 2008.

"Harapan kami, untuk langkah awal, rumah sakit tipe D yang akan dibangun diatas lahan 3 hektar dengan 50 bed dan poli rawat jalan," imbuh Kiai Fadhail.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00